ENCAR DAIHATSU PALEMBANG (PT. ENCARTHA INDONESIA) | AYLA | XENIA | TERIOS | LUXIO | SIRION | GRANMAX MINIBUS PICK UP |
13May/150

Review New Daihatsu Sirion oleh Bang Yuda Kusuma

review daihatsu sirion 2015 by yudakusuma.com

Pertama di sektor eksterior ya, model Sirion ini punya perbedaan yang cukup signifikan dibanding versi lawas ya… Misal menengok dari depan terlihat grille dan headlamp dengan model yang berbeda. Lampunya mengadopsi projector walau belum HID namun sudah ada LED DRL plus foglamp. Grille baru menganut model trapezodial… hmmm agak semi semi ayla ya… tapi dibuat dengan motif carbon dan honeycomb jadi gahar mas bro. 😯

review daihatsu sirion 2015 by yudakusuma.com

Menengok ke samping sebenarnya ngga terlalu banyak berubah… ada lis chrome dan door handle chrome untuk mempermanis tampilan. Mobil City Car Paling Irit Terbaik 2015 ini juga sudah dilengkapi dengan talang air. Melihat kaki kaki, doi dibekali velg 14” dengan 5 spoke dan dibalut ban Goodyear 175/55 R14. 🙄

review daihatsu sirion 2015 by yudakusuma.com

review daihatsu sirion 2015 by yudakusuma.com

Bagaimana dengan model belakang mobil Daihatsu Sirion ini? well… tidak berbeda signifikan dibanding model di depannya. Namun ubahannya cukup terasa, pertama kita menemukan backlamp sudah diberi detailing chrome plus LED selain itu ada roof spoiler yang desainnya agresif dan bumper belakang dengan mata kucing dan airscoop yang lebar serta muffer tip agar lebih ciamik. 😉

review daihatsu sirion 2015 by yudakusuma.com

Sudah puas melihat ubahan maka kita mencoba untuk masuk ke dalam interior Daihatsu Sirion. Ubahannya apa aja? cukup banyak lur… pertama dari dashboardnya yang dulu bernuansa two tone dengan krem, sekarang menjadi hitam dengan center console silverstone. Audio pun berbeda, kini lebih simpel dengan fitur CD, MP3, Aux, USB connection, dan Bluetooth. Selain itu instrument cluster berubah warna dari yang awalnya biru cerah menjadi oranye yang menonjolkan karakter sporty. 😎

review daihatsu sirion 2015 by yudakusuma.com

Setirnya pun berbeda dengan pendahulunya yang mengambil three spoke steer dari Avxen. Modelnya kini berbobot dan diberi sentuhan jahitan kulit sintetis, oh ya disini ada steering switch controlnya jadi mudah mengoperasikan audio dengan setir. Selain itu tuas transmisi juga diberi aksen jahitan. Oh ya doi sudah dilengkapi tilt steering kok. Soal safety juga sudah dilengkapi dual airbag dan pretensioner safety belt serta parking sensor di depan dan belakang. 😉

review daihatsu sirion 2015 by yudakusuma.com

review daihatsu sirion 2015 by yudakusuma.com      review daihatsu sirion 2015 by yudakusuma.com

Review Daihatsu Sirion 2015 by Yudakusuma.com 36

Saat beralih ke kursinya, modelnya kini lebih berkontur dan ada motif merah dan jahitan sehingga memberi nuansa sporty. Kontur busanya pun empuk. Namun yang menjadi fokus penuliz di Daihatsu Sirion adalah kepraktisannya yang amazing lah. Pertama ada cup holder di dua tempat, glove box juga lumayan besar, masing masing doortrim ada penyimpanan dan cup holder, console box pun hadir, ada pula penyimpanan di bawah kursi penumpang depan. Masih kurang? di belakang kursi baris depan ada tempat penyimpanan majalah dan hook dan disamping kursi pengemudi depan masih ada hook lagi. 😛

review daihatsu sirion 2015 by yudakusuma.com

review daihatsu sirion 2015 by yudakusuma.com      review daihatsu sirion 2015 by yudakusuma.com

review daihatsu sirion 2015 by yudakusuma.com      review daihatsu sirion 2015 by yudakusuma.com

Soal kenyamanan… seperti yang sedulur lihat sendiri pada saat orang orang ini nyemplak di kursi depan n kursi belakang Sirion, tergolong lega kok. Sayang kursi belakang belum dilengkapi headrest… cukup penting saat berkendara jarak jauh… 😐

Geser ke bagasi, ternyata mobil Sirion ini sudah dilengkapi dengan tray cover dan jaring di bagasinya. Bicara soal dimensi, bagasinya sirion ya cukupan lah buat menaruh barang belanjaan atau galon 4 buah mungkin. Selain itu masih ada tempat penyimpanan di samping bagasi dan ban serep bertipe space saver. 🙄

 review daihatsu sirion 2015 by yudakusuma.com

review daihatsu sirion 2015 by yudakusuma.com      review daihatsu sirion 2015 by yudakusuma.com

Saatnya buka mesin, saat dibuka alangkah kagetnya penuliz dengan finishing dari Mobil Anak Muda Paling Irit Terbaik 2015 ini, begitu rapi jali tanpa terlihat adanya dempul or las lasan yang tidak rapi. Menilik spesifikasi Daihatsu Sirion, sejatinya mobil ini bermesin K3-VE yang serupa dengan mesin Avxen. Berkubikasi 1300cc VVT-i 4-silinder 16 valve meletupkan tenaga 92 hp @ 6000 rpm dan torsi 120 nm @ 4400 rpm. So gimana saat dibawa berkendara? 😀

Review Daihatsu Sirion 2015 by Yudakusuma.com 33

Review Daihatsu Sirion 2015 by Yudakusuma.com 34

Yah bicara karakternya sirion sih kalau pakai K3-VE ya sudah tidak asing lagi sih… Mesin ini termasuk favorit penuliz, memang enak di putaran bawah ke menengah… akselerasinya semakin baik berkat penggerak roda depan. Mungkin yang kurang cuma perpindahan transmisi pada tipe manualnya yang kurang halus. Bagaimana dengan suspensi? ya Daihatsu Sirion indonesia ini mempunyai suspensi yang berbeda dengan versi lama. Bila Sirion lawas terkenal kekerasannya, kalau ini sudah moderat lur… Jadi cukup nyaman dipakai di jalan yang kurang halus sampai jalanan yang tidak nyata.

Sumber: Yuda Kusuma

Filed under: Review No Comments
25Sep/140

Kembaran Daihatsu Ayla Telah Diluncurkan di Malaysia

Perodua Axia review

AutonetMagz.com – Setelah kami kemarin sempat memberitakan tentang Perodua Axia yang akan menjadi kembaran Ayla di Malaysia, kali ini bersama dengan teman baik kami dari Paultan.org, kami berkesempatan melakukan impresi pertama kami terhadap mobil EEV (Energy Efficient Vehicle) atau LCGC-nya Malaysia. Yuk kita kupas habis Pak Cik Axia ini.

Eksterior Perodua Axia

Dari segi eksterior, meski telah mendapatkan ubahan bentuk bumper yang cukup signifikan, tak sulit untuk mengenali bentuk Ayla pada mobil yang aslinya ditempatkan sebagai pengganti Perodua Viva ini. Axia memiliki dua muka, yaitu tampilan pada mobil berwarna hijau yang mewakili varian E dan G, lalu mobil warna kuning yang mewakili tipe SE dan Advance.

Kembaran Daihatsu Ayla Toyota Agya Perodua Axia dari Malaysia

Pada tipe E dan G, tampilan muka mobil ini memiliki kesamaan dengan Toyota Agya, terutama pada gril depan yang desainnya sama persis. Bedanya, Axia tidak dilengkapi bilah chrome seperti halnya Agya. Selain itu, bentuk air dam Axia adalah trapesium yang lebih besar di bagian atasnya, terbalik dengan Agya yang lebih besar di bawahnya, demikian juga dengan Housing foglamp yang memiliki desain baru bila dibandingkan dengan Agya. Desain pelek 8-spokenya juga menjadi pembeda dengan Ayla yang hanya 6-spoke, namun untuk tipe E, dia hanya dilengkapi pelek kaleng tanpa dop.

Harga Perodua Axia si kembar Daihatsu Ayla dan Toyota Agya

Sementara itu dari belakang, hanya ada perbedaan kecil di sektor lampu rem dan desain bumper belakang. Axia telah menerapkan lampu belakang desain baru dengan deretan LED, lalu bumper belakangnya juga mendapatkan aksen hitam yang sepertinya akan menjadi rumah foglamp belakang yang bisa dibeli secara terpisah, sementara sensor parkir belakang telah menjadi standar untuk tipe G.

Perodua Axia Advance kembaran Ayla tampak depan

Puas membahas tampilan versi E dan G, mari kita lihat versi SE dan Advance yang tampilannya jauh lebih garang. Bumper dengan air dam raksasa dan desain foglamp baru benar-benar membuat mobil ini tampil sangar untuk sebuah city car, bahkan dibanding Daihatsu Ayla sekalipun yang sama-sama memiliki air dam besar. Belum lagi tatapan headlamp projector yang tajam dan bilah chrome di bagian atas air dam, berikut kehadiran sensor parkir depan-belakang yang sepertinya sudah mengindikasikan kelengkapan fitur yang dibawanya.

Perodua Axia Advance SE kembaran Ayla tampak belakang

Desain belakang Axia SE dan Advance juga memiliki perbedaan sedikit dibanding tipe E dan G. Meski tetap menggunakan lampu LED di stoplamp-nya, mika berwarna putih membuatnya tampil lebih clean. Pelek pada dua varian termahal ini pun desainnya lebih cantik daripada dua varian di bawahnya, yaitu 10-spoke dengan palang yang agak tebal. Oh ya, kedua tipe termahal ini juga telah dilengkapi security window tint sebagai standar.

City car Malaysia Perodua Axia tipe Advance SE

Yang kami sukai, Perodua berani mengenalkan mobil ini dengan warna-warna terang nan mencolok seperti hijau dan kuning yang memang terlihat cocok untuk mobil-mobil seperti Axia ini, membuatnya tampil lebih menggemaskan dan mampu menarik perhatian siapapun. Coba saja bila di jalanan Indonesia yang mayoritas warna mobilnya adalah hitam, putih atau silver, lalu muncul mobil dengan warna terang seperti ini, otomatis mata kita akan langsung melihatnya bukan? Yang jelas, Perodua berhasil membuat Axia tampil lebih atraktif melalui warna dan desainnya, terutama untuk varian termahalnya.

Interior Perodua Axia

Interior dashboard Perodua Axia tipe Standard

Masuk ke dalam kabinnya, masih kental sekali nuansa Ayla di dalam kabin Axia karena desain yang mirip, bedanya hanya di desain center cluster dan desain setirnya. Berita baiknya, Perodua lebih berbaik hati untuk menyematkan fitur pendukung kenyamanan yang beberapa diantaranya absen di Ayla lokal, seperti pengatur ventilasi udara, selektor sumber udara, tombol AC dan defogger untuk Axia tipe G, berbeda dengan Ayla yang hanya memiliki tombol pengatur suhu dan kecepatan AC.

Interior Perodua Axia Advance SE

Di varian teratas, yaitu tipe SE dan Advance, kelengkapan yang dibenamkan lebih komplit lagi, sebab kita mendapatkan jok semi bucket, audio yang mensupport CD, MP3 dan bluetooth, aksen silver pada center cluster, aksen chrome pada tuas transmisi dan rem tangan serta door trim berbahan fabric. Bila kita memiliki varian Advance yang notabene adalah varian termahal Axia, kita mendapat kelengkapan ekstra berupa head unit touchscreen dan lapisan kulit yang menyelimuti jok dan lingkar setir. Urusan keselamatan, Axia telah dilengkapi rem dengan ABS, EBD + BA, Seat Belt Warning Buzzer, Imobillizer, Remote Alarm, dan dual airbag.

City car dengan ruang belakang luas Perodua Axia si kembar Agya Ayla

Kabin belakang Axia sendiri tak ubahnya Ayla, dengan space headroom dan legroom yang masih acceptable untuk ukuran mobil kecil. Pada foto, kita menemukan jok dengan headrest yang hanya setinggi leher orang dewasa saja. Headrest yang lebih tinggi dan dapat diatur baru hadir di varian SE dan Advance. Masih banyak fitur-fitur yang mampu membuat pemilik Ayla lokal iri hati, seperti jok ISOFIX, jok pengemudi dengan height adjuster dan electric retractable mirror.

Kapasitas bagasi city car luas Perodua Axia

Bagasinya pun masih sama dengan Ayla. Dengan kapasitas 260 liter, bagasinya mampu menelan 4 travel bag sekaligus dengan mudah dan tidak harus membuat pemiliknya kesusahan menutup pintu bagasi. Ingin ruang bagasi lebih? Jok belakang bisa dilipat untuk tujuan itu, meski hasil pelipatannya tidak menciptakan ruang bagasi yang rata lantai, namun sudah lebih dari cukup untuk mobil sekelas Axia.

Mesin Perodua Axia

Nah, ketika berbicara mesin, sejatinya mesin yang digunakan Ayla di Indonesia pun juga digunakan oleh Axia. Berbahan aluminium, mesin 1.000 cc 3 silinder berkode 1KR-DE2 ini memliki output 66 HP dan 90 Nm. Meski tidak signifikan, hasilnya tetap lebih besar dari Ayla yang hanya 65 HP dan 87 Nm. Perodua mengklaim, konsumsi BBM terbaik ada di angka 21,6 kilometer per liter saat mode ECO diaktifkan.

Mesin Perodua Axia Advance SE engine

Yang bisa membuat Ayla terlihat kuno dibanding Axia adalah standar emisi yang dianut Axia. Semua model Axia sudah siap untuk memenuhi standar emisi Euro IV, berkat teknologi katup variabel DVVT dan kualitas bahan bakar yang sangat baik. Sementara di Indonesia, kita masih berkutat dengan standar emisi Euro II jaman prasejarah dan bahan bakar dengan kualitas rendah bila dibandingkan dengan negara tetangga.

Kesimpulan

Speedometer Perodua Axia fitur

Dengan harga 155,5 juta Rupiah bila dikurskan, mungkin harga Axia lebih tinggi dibandingkan Ayla, namun ingatlah, dengan segala perubahan yang membuat mobil ini bisa menjadi lebih baik, terutama di sektor fitur dan standar emisi mesin, selisih harga tersebut seolah tak berarti lagi. Nah, apakah anda tertarik dengan Ayla versi negeri tetangga ini? Siapa tahu tiba-tiba terbesit di pikiran anda untuk mengupgrade tampilan Ayla anda untuk menjadi Axia wannabe dengan sejumlah modifikasi di bagian eksterior.

Sumber: AutonetMagz

Filed under: Review No Comments
25Sep/140

Review Daihatsu Copen

Tokyo -Mobil sport kecil Daihatsu Copen memang menarik perhatian, apalagi bukan karena bodinya yang bisa dibongkar pasang kayak mobil mainan. Namun di balik statusnya yang imut atau dikenal sebagai kei car, mobil ini cukup nyaman.

Dengan memiliki 5 percepatan manual yang lebih ringan hingga 20 kg dibandingkan dengan transmisi otomatis, jelas menambah kenyamanan siapa pun yang mengendarai Daihatsu Copen. Bahkan bisa membuat pengendara lupa bahwa Copen merupkan sebuah minicar.

Di saat Anda mengendarai Copen, Anda tidak akan percaya kalau mobil yang satu ini tenaganya dibatasi hingga 64 PS saja.

Power mobil ini datang dari mesin 3 silinder yang akan memberikan tenaga hingga 64 PS (47 kW) pada 6.400 rpm dengan torsi puncak di angka 92 Nm pada 3.200 rpm. Kekuatan itu kemudian dikirimkan melalui transmisi manual 5-speed atau CVT.

Berkat teknologi katup yang dirancang Daihatsu, bahkan saat mesin menjerit pada putaran tinggi, pengendara pun masih akan merasakan mesin sangat bekerja dengan baik.

Anda pun akan mendengar suara mampu diredam dengan baik berkat knalpot yang disajikan. Begitu juga dengan pergeseran tuas yang pendek transmisi manual menambah kenyamanan saat berkendara.

Ditambah respons dari power steering terasa berat dan gentle, di saat anda melakukan putaran, Anda dijamin tidak akan mengalami kesulitan
Kekahawatiran bakal tergoyangnya saat bertemu tekanan angin, sepertinya bukan masalah utama. Karena Daihatsu Copen sangat nyaman untuk dikendarai dengan atap terbuka. Berkat dukungan kursi yang kini lebih lebar.

Tampilan lampu depan LED juga membuat Copen terlihat berbeda, bahkan terkesan lebih sporty.

Rating 5 Bintang untuk Copen:

Packaging: ★★★★★
Interior / Interior Comfort: ★★★★★
Power Source: ★★★★★
Foot Work: ★★★★★
Recommendation: ★★★★★

Sumber: detikOto
Filed under: Review No Comments
25Sep/140

Review Mudik Bersama Daihatsu Terios TX AT Adventure

Pemandangan sawah memanjakan mata yang lelah selama perjalanan

 

 

 

Ekspektasi awal saat memilih Daihatsu Terios adalah keandalan suspensinya. Hal ini terbukti ketika melewati jalan pantai Utara yang bergelombang, guncangan badan nyaris tidak terasa. Perjalanan menuju kampung halaman, Sragen, Jawa Tengah dilalui dengan lancar pada malam takbiran (27/7). Menempuh jarak sekitar 567 km, kami hanya perlu waktu 14 jam saja. Itu pun sudah termasuk berhenti sebanyak 5x di SPBU Pertamina untuk beristirahat atau isi BBM Pertamax .

Kemacetan hanya terjadi ketika keluar tol Cikampek. Berkat transmisi matik yang cukup responsif kemacetan bisa dihadapi dengan nyaman. Namun ketika mencapai wilayah Pantura, indikator bensin menunjukan tersisa tiga bar. Tidak mau mengambil risiko kehabisan di tengah jalan, kami langsung mencari SPBU terdekat.

Kecanggihan fitur navigasi di Terios kami manfaatkan. Pada peta selalu terlihat SPBU terdekat dengan logo ‘P’ milik Pertamina. Sepanjang perjalanan koneksi USB kami manfaatkan untuk mendengarkan musik agar perjalanan tidak cepat bosan dan mata tetap terjaga.

Jalanan kampung halaman yang tidak rata menjadi santapan empuk ban 215/65 R16 yang digunakan Terios TX AT. Bantingannya cukup baik meski dimuati penumpang hingga bangku baris ketiga. Memang saat menikung terasa lebih limbung dan setir ringan agak menyulitkan koreksi. Tapi masih dalam taraf aman. Pemandangan sawah di kanan kiri menyegarkan mata yang lelah. Dari Sragen, kami melanjutkan perjalanan ke Klaten dan Yogyakarta.

Akibat terjebak kemacetan, konsumsi BBM 10,7 km/liter

Berbeda jauh dengan perjalanan berangkat, pulang ke Jakarta kemacetan parah harus kami hadapi. Berangkat dari Yogyakarta pukul 15.00 WIB pada Sabtu (2/8), kami baru tiba di Jakarta pada Minggu (3/8) pukul 15.00 WIB. Ya, tepat 24 jam perjalanan pulang kami atau lebih lama sembilan jam dari keberangkatan. Perjalanan sempat tersendat lebih dari 3 jam akibat akses satu arah di jembatan Comal, Pemalang.

Saat melintasi tol Palimanan – Kanci, lalu lintas cukup lancar namun kemacetan parah kembali dialami Terios saat keluar tol menuju Pantura. Kami pun berinisiatif menuju jalur tengah, Subang untuk menghindari kemacetan panjang. Sebuah keputusan tepat. Meskipun harus melambung, namun lalu lintas lebih bersahabat. Kembali kaki-kaki Compact SUV Daihatsu ini diuji dengan jalan naik turun dan bergelombang disertai lubang. Namun keluarga masih tertidur pulas. Bahkan di baris ketiga sekalipun.

Ternyata, tidak hanya suspensi Terios yang diuji ketangguhannya. Tapi juga kesabaran berkendara kami agar selamat sampai tujuan dan tetap mematuhi kaidah mengemudi aman.

Navigasi di headunit Terios

Selalu isi penuh antisipasi kesulitan mencari SPBU

Head unit di Daihatsu Terios TX A/T mempunyai cukup banyak fitur. Mulai dari fitur standar seperti radio, pemutar CD / DVD, USB hingga fitur navigasi yang membantu selama perjalanan.

Mengoperasikannya mudah, cukup tekan tombol bertuliskan ‘Navi’ disamping head unit, peta satelit langsung tampil di layar. Meskipun layar sentuhnya tidak terlalu sensitif namun kolom untuk mencari jalan atau SPBU terdekat dari lokasi mobil berada mudah untuk diakses.

Tingkat akurasinya juga sangat baik. Bahkan kami sempat mengomparasi dengan Google Maps di smartphone. Hasilnya akurasi untuk mencari tempat tujuan atau jalan tidak berbeda. Beberapa kali saat mencari SPBU terdekat dan restoran terdekat fitur ini sangat membantu. Tidak ada lagi kata nyasar ketika berkeliling kampung halaman yang didatangi setahun sekali.

Sumber: Autobild

Filed under: Review No Comments
25Sep/140

Review Luasnya Kabin Daihatsu Ayla X AT

Astra-Daihatsu Ayla dalam pengetesan spesial akomodasi ini mewakili Astra-Toyota Agya. Alasannya sederhana, kedua mobil ini memiliki basis yang sama dan berdimensi ruang kabin yang sama pula. Perbedaan signifikan hanya ada pada sisi eksterior.

Keempat anggota Kombes Indonesia pun kami minta untuk menguji akomodasi Ayla yang notabene merupakan pionir mobil murah di Indonesia. Bagi Jeanette yang berada di posisi pengemudi, ternyata kabin Ayla masih menyisakan ruang untuk dirinya.

Jeanette yang sering tampil di layar kaca melalui ajang Take Me Out ini merasa dirinya masih bisa mendapatkan ruang bagi pahanya. Hal ini tak ia dapatkan di Brio Satya dimana kedua pahanya terjepit dengan setir.

Kedua mobil ini memang tak memiliki pengaturan ketinggian setir (tilt steering). Sehingga faktor posisi setir dan ketinggian jok sangat berpengaruh bagi orang berpostur seperti Jeanette.

Setelah diisi 4 orang, Ayla tetap nyaman Cukup sulit meraih panel yang agak jauh dari tubuh

Bagi 4 wanita bertubuh besar ini ternyata akomodasi untuk penumpang di kabin belakang Ayla juga lebih lega ketimbang Brio Satya. Terbukti saat Yolanda Ulfa atau disapa Ola yang berpostur besar dengan berat badan sekitar 140 kg duduk di bangku baris kedua. Ia masih bisa mendapatkan posisi duduk yang nyaman. "Joknya lebih tinggi, buat saya lebih enak," ungkap wanita yang pernah menjadi miss 5 dalam kompetisi Xtra Large di salah satu stasiun televisi swasta.

Akses keluar masuk kabin pun menurut Ola dan Heidi yang bergaya di bangku penumpang belakang terbilang cukup mudah dibanding Brio Satya. Hal ini pun masih dipengaruhi oleh tinggi jok dari permukaan tanah (hip point) serta besarnya dimensi pintu Ayla.

Ketinggian jok Ayla ternyata merupakan efek dari ketebalan jok. Hal itu tentunya membuat faktor kenyamanan bertambah. Ola dan Heidi pun mengaku posisi duduk mereka di Ayla lebih nyaman. Mereka berdua tampak bisa mendapatkan posisi duduk dengan leluasa.

Tak hanya itu, untuk faktor kenyamanan, ternyata meski kabin Ayla disesaki 4 penumpang berpostur besar, AC-nya masih mampu membuat suhu sedingin 19 derajat Celcius dalam waktu kurang dari 2 menit. Lebih cepat dari Brio Satya yang membutuhkan waktu hampir 3 menit untuk membuatnya dingin dengan suhu yang sama.

Tuas transmisi yang cukup jauh dijangkau

Nah, faktor interior kabin pun turut kami minta penilaian dari para wanita ini. Hasilnya ternyata keempat wanita ini menilai desain interior Ayla masih kalah dibanding Brio Satya. "Kabinnya lega, enak dan nyaman tapi interiornya tidak seasyik Brio Satya," imbuh Ola.

Desain Ayla menurut mereka cukup kaku dan tak sekeren Brio Satya. Tak heran lantaran Ayla menggunakan kombinasi warna yang gelap seperti grey dan black sedangkan Brio Satya menggunakan warna beige dan coklat di kabinnya.

“Kabinnya lega, enak dan nyaman tapi interiornya tak seasyik Brio Satya” - Jeanette Isabella (Janet).

Bukaan pintu depan dan belakang cukup lega sehingga memudahkan akses

Sumber: Autobild

Filed under: Review No Comments
25Sep/140

Review Daihatsu Luxio X AT

 

 

 

Daihatsu langsung merespons dengan membenahi Luxio diawal musim 2014. Bisa jadi, inilah jawaban Daihatsu agar tetap eksis di Low MPV untuk pasar lokal.

Sentuhan kemewahan menjadi hal yang diprioritaskan Daihatsu, mengingat Luxio masih mengandalkan mesin kolong dengan penggerak belakang. Tampilan luar, gril anyar nan tebal langsung menyapa. Bumper depan mengalami ubahan bentuk cukup signifikan. Bisa diperhatikan dari desain saluran udara besar berbentuk trapezoidal.

Pindah ke samping, foglamp turut mendapatkan sentuhan, termasuk lip spoiler di sudut bumper. Penambahan side body moulding baru dengan aksen panel krom. Selalin memberi kesan mewah, juga membuatnya tampak lebih berisi. Agar lebih rapi, rel pintu geser kini diberikan penutup.

Paling kentara dengan hadirnya pelek alloy 15 inci dengan sentuhan segar. Selain itu spion samping dengan lampu sein berlapis krom.

Interior pun tidak luput dalam pembenahan. Masuk ke kokpit, nuansa dasbor two tone kombinasi hitam dan dark grey menyergap Anda. Head unit anyar pun dihadirkan dengan monitor touchscreen 2DIN disertai koneksi USB dan Aux-in. Kian luks, diberi kelir black piano di tengah dasbor dan sisinya dilabur warna silver. Ornamen krom juga tampak di tuas kontrol AC.

Pun demikian poin kepraktisan. Akses penumpang kian dipermudah. Tinggal tekan, jok baris kedua paling kiri, bangku langsung melipat ke depan. Memudahkan untuk akses keluar-masuk ke bangku baris ketiga.

Sementara untuk mesin, Daihatsu masih mengadopsi  1.495 cc 4-silinder bertenaga 97 dk dan torsi 134 Nm. Kami menggunakan Luxio X bertransmisi otomatis 4-speed dalam Test Drive ini.

Akselerasi Luxio terbilang lumayan. Laju 0 – 100 km/jam mampu ditempuh dalam tempo 16,7 detik. Sementara untuk konsumsi BBM, kehematan BBM Luxio 13,9 km/l untuk rute bebas hambatan dan rute dalam kota menembus 10,1 km/l.

Ubahan eksterior dan interior membuat Luxio tampil lebih segar. Lihat saja, gril tebal, bumper depan, spoiler hingga pelek 15 inci siap menggoda pasar. Sementara side body moulding baru dengan aksen panel krom memberi kesan luks dibanding sebelumnya.

Pun demikian interior, dasbor two tone kombinasi hitam dan dark grey langsung menyapa. Audio pun mengalami pembaharuan dengan monitor touchscreen 2DIN disertai koneksi USB dan AUX-IN. Ambiens kokpit mengalami ubahan positif termasuk kualitas jok dan akses untuk baris ketiga dengan pelipatan nan praktis.

Poin akomodasi, Luxio bisa berbangga. Apalagi kelapangan kabin dan kemudahan akses bangku ketiga mendulang poin di sini. Kru dan penumpang baris kedua dan ketiga seolah leluasa dalam ruang gerak. Pun demikian dalam akomodasi barang ekstra. Luxio siap menampung itu.

Untuk performa, Daihatsu masih mengusung mesin 1.495 cc 4 silinder yang notabene juga dipakai Terios. Mesin ini mampu memproduksi tenaga 97 dk dan torsi 134 Nm.

Dasbor two tone dengan sentuhan mewah dan fungsional tampak pada ruang kokpit

Kemampuan sprint Luxio terbilang lumayan meski bukan yang terbaik. Laju 0–100 km/jam mampu ditempuh dalam tempo 16,7 detik. Toh raihan ini belum mampu menyamai sang rival, Nissan Evalia hingga 14,7 detik.

Pun demikian untuk konsumsi BBM. Luxio hanya mampu menembus kehematan BBM 13,9 km/l untuk rute bebas hambatan. Atau lebih boros dari Evalia, 2,8 km/l untuk  rute jalan tol. Sementara untuk rute dalam kota, Luxio mampu menembus 10,1 km/l.


POIN UTAMA

Dimensi
Perawakan Daihatsu Luxio menjadi daya tariknya. Postur tinggi besar berimbas pada akomodasi penumpang dan barang. Lihat saja, dimensi 4.215 x 1.710 x 1.915 mm siap mengangkut Anda dan barang ekstra.

Suspensi Nyaman
Meski sama-sama berbasiskan mobil barang yang dibuat menjadi mobil penumpang, Luxio terasa lebih nyaman di jalan. Aplikasi per keong di belakang membuatnya terasa lebih mampu menguasai berbagai kondisi medan jalan.

Akses Jok Belakang
Daihatsu meningkatkan poin kepraktisan dengan memudahkan akses penumpang ke baris ketiga. Jok kedua sebelah kiri menerapkan pola sekali tekan untuk melipat ke depan. Memudahkan untuk akses keluar-masuk bangku baris ketiga.

Sumber: Autobild

Filed under: Review No Comments
25Sep/140

Review Daihatsu Luxio X MT

 

 

Memang, bicara tampilan, wajah Luxio bukanlah sele­ra banyak orang. Seperti dari hidungnya yang nyeleneh serta bodinya yang mengotak. Tapi itu membuat mesin bisa ditempatkan di depan kabin penumpang dan kabin terasa lega.

Sebagai awal, gril Luxio tipe X ini diberikan bilah tebal berlapis krom. Membuatnya tampak beda dari pendahulunya dan memberikan kesan mewah. Terlihat serasi dan rapi saat dipadukan dengan cluster lampu di ujungnya.

Bumper depan mengalami ubahan bentuk cukup signifikan. Bisa diperhatikan dari desain saluran udara besar berbentuk trapezoidal. Ke samping, foglamp turut mendapatkan sentuhan, termasuk lip spoiler di sudut bumper. Secara keseluruhan, bumper baru ini memberikan kesan kokoh dan modern.

Ke samping, pelek alloy 15 inci mendapatkan redesain. Termasuk spion samping de­ngan lampu sein berlapis krom. Penambahan side body moulding baru dengan aksen panel krom selalin memberi kesan mewah juga membuatnya tampak lebih berisi. Agar lebih rapi, rel sliding door diberikan penutup.

Roof spoiler baru dengan tambahan lampu rem ketiga mengaburkan kesan mengotak. Lampu belakang mendapatkan sentuhan dengan membuat lampu sein bening. Ujung pintu bagasi diberi sentuhan ornamen. Sementara bum­per mendapatkan sematan reflector dan muffler cutter baru.

Masuk ke dalam, Anda akan disambut dengan dasbor two tone kombinasi hitam dan dark grey. Tidak ada lagi head unit yang serupa milik Terios dan sudah digantikan oleh monitor touchscreen 2DIN disertai koneksi USB dan AUX-IN.

Agar tampak lebih mewah, diberi kelir black piano di te­ngah dasbor dan sisinya dilabur warna silver. Ornamen krom juga tampak di tuas kontrol AC. Setir berganti palang tiga yang diyakini lebih sporty. Supaya lebih rapi, laci di atas dasbor diberi penutup.

Aroma berkelas semakin kental dengan penggunaan bahan fabric di jok dengan corak eksklusif. Corak serupa dapat ditemui di panel pintu yang bagian bawahnya dilabur warna silver.

Kepraktisan bangku tengah kiri ditingkatkan dengan mene­rapkan pola sekali tekan untuk melipat ke depan. Memudahkan untuk akses keluar-masuk bangku baris ketiga. Bagian tengah jok dilengkapi armrest dengan cup holder. Untuk meningkatkan kenyamanan, ketebalan bahan jok ditingkatkan.

Mesin lawas 1.495 cc 4-silinder bertenaga 97 dk dan torsi 134 Nm masih dimanfaatkan. Demikian halnya transmisi manual 5-speed dan otomatis 4-speed.

Tipe X M/T yang kami uji terasa kuat di putaran bawah. Paduan gigi 1 3,769 dan final gear 5,125 memastikannya dapat bergerak mudah sejak berhenti walau dengan muatan banyak. Posisi tuas transmisi di dasbor memudahkan gerakan dan mempercepat respons transmisi.

Mengambil basis mobil barang, membuat bantingan suspensi terasa keras. Imbas lainnya adalah posisi duduk sopir yang tinggi. Positifnya, visibiltas ke sekitar terasa pas. Gejala limbung juga mudah terjadi meski setir ringan terasa membantu ketika manuver di lokasi parkir.

Memang revisi yang dilakukan pada Luxio tidak sampai menyentuh sektor sasis, mesin dan suspensi, tapi merata luar dan dalam. Cukupkah itu untuk menahan laju Nissan Evalia?

Sumber: Autobild

Filed under: Review No Comments
25Sep/140

Review Daihatsu Ayla X MT

 

 

Daihatsu Ayla menjadi kontestan dengan cukup ringan (785 kg). Dipadu dengan tenaga mesin sebesar 65 dk, membuat power to weight ratio Ayla mencapai 12,08 kg/dk. Kapasitas mesin 998 cc dengan konfigurasi 3-silinder, mampukah modal yang dimiliki Ayla ini untuk dapat menjadi terbaik?

Usai mengisi 5 liter ke dalam tangki, ternyata tak menaikkan sedikit pun garis di indikator bensin. Bahkan petunjuk range di MID (multi information display) menunjukkan 0 km yang berarti mobil ini tak akan mampu berjalan sedikit pun. Namun ternyata meski segala petunjuk di mobil mengindikasikan bensin tak ada, Ayla masih mampu mengikuti tes ini.

Setelah bersama-sama mereset tripmeter dan konsumsi MID, kamipun menyalakan mesin bersama-sama. Ketika perjalanan dimulai pada pukul 12.20, kami langsung disambut kemacetan sejak memasuki pintu tol kebon jeruk. Kecepatan rata-rata di kemacetan ini sekitar 10 km/jam.

Karakter mesin 3-silinder 998 cc-nya ternyata cenderung memudahkan kami untuk melakukan ‘stop and go’ di kemacetan. Bahkan ketika kami harus menjaga kecepatan rendah yang konstan, Ayla dengan lebar bodinya yang hanya 1.600 mm dan panjang 3.600 mm dapat dengan mudah menyalip di tengah kemacetan.

Selanjutnya adalah jalur tol inner ring road hingga Ciawi via tol Jagorawi sepanjang kurang lebih 65 km yang harus dilalui. Di sini kami masih dapat menjaga kecepatan dengan stabil di 80 km/jam. Putaran mesin yang hanya 2.000 hingga 2.500 di kecepatan tersebut pun turut membantu untuk menjaga konsumsi BBM. Pasalnya kami tak mempunyai acuan seberapa banyak BBM yang kami miliki, dan seberapa jauh lagi mobil ini dapat melaju.

5 Liter tak mampu menggerakkan indikator BBM ! Transmisi manual membantu mengatur putaran mesin Mesin 998 cc 3 silinder terbukti hemat

Melewati pintu tol Ciawi pun hati kami sangat tenang, itu berarti jarak yang sudah ditempuh Ayla sejak start telah menempuh sekitar 70 km. Selanjutnya tinggal medan menanjak di jalur puncak menuju Puncak Pass yang dilahap. Di jalur puncak yang cukup ramai, mesin 3 silinder Ayla menunjukkan karakternya. Raungan mesin pun tercatat di 3.000 rpm ketika Ayla harus mendongkrak bobot total 1.010 kg (kendaraan + penumpang).

Mobil inipun akhirnya berhenti di daerah Gunung Mas. Tripmeter pun menunjukkan 82,3 km sementara konsumsi BBM di MID mencatat 18,2 km/l.

Konsumsi BBM : 16,4 Km/l

Medan yang menanjak dan berliku tak jadi halangan bagi mobil mungil ini

Sumber: Autobild

Filed under: Review No Comments