ENCAR DAIHATSU PALEMBANG (PT. ENCARTHA INDONESIA) | AYLA | XENIA | TERIOS | LUXIO | SIRION | GRANMAX MINIBUS PICK UP |
13May/150

Inspirasi Modifikasi Daihatsu GranMax Pick Up

Modifikasi Pickup Daihatsu Grand Max Jadi Lebih Gaul

Pickup Daihatsu Grand Max Modifikasi. Semakin lama orang yang memodifikasi kendaraannya juga semakin banyak. Memodifikasi mobil menjadi sebuah kebiasaan yang harus dilakukan bagi sebagian orang. Beragam ide dan referensi bermunculan, baik melalui dunia maya maupun media cetak. Bagi Anda yang ingin memodifikasi mobil dengan konsep unik, Anda bisa melirik mobil modifikasi berikut ini. Mobil milik Gunter Napitupulu ini adalah sebuah kendaran kelebihan pick-up Daihatsu Gran Max yang sejatinya digunakan untuk mengangkut barang. Namun berkat kreatifitas dari sang pemilik, mobil ini disulap dan berubah menjadi sosok yang benar-benar unik dan beda.“Awalnya cuma iseng ganti pelek, eh keterusan sampai kayak gini, heheee…,” kata pria yang memiliki sapaan akrab Une ini. “Seru juga kalau modifikasi pick up, kalau sedan atau lainnya kan sudah biasa,” tambahnya.

Usai melakukan ubahan pada bagian pelek lebar dan celong, tak lantas membuat pria yang berdomisili di Joglo, Jakarta Barat ini merasa puas. Ia menyematkan overfender tambahan, sementara bagian bak dibuat semakin berisi dengan memanfaatkan bahan pelat. Dengan demikian sisi bawah bak menjadi rata dengan kabin. Over fender yang digunakan menyatu dengan bodi agar terkesan wide body. Kemudian bagian tersebut dilabur dengan cat putih, beserta lis coklat.

Setelah sentuhan modifikasi pada bagan bodi selesai dilakukan, Une merasa ground clearance mobilnya terlalu tinggi. Oleh karena itu sang pemilik memutuskan untuk melakukan ubahan pada bagian kaki-kaki. “Per depan di-custom, sedang per daun belakang dipres. Sokbrekernya depan pakai Alco yang lebih pendek 3 cm, sekalian camber dibikin minus 3. Untuk belakang pakai Kayaba Ultra,” kata Une. Untuk pengerjaannya, pria yang berusia 30 tahun ini mempercayakannya ke bengkel Sukarindik Jaya Per yang berlokasi di kawasan Joglo Jakarta Barat.

Setelah selesai memodifikasi bagian ekskterior, kurang lengkap rasanya jika tidak melibatkan perubahan di sisi interior. Alhasil Une merombak bagian kabin agar terlihat lebih nyaman sekaligus menarik. Pertama-tama, bagian jok dan door trim dibalut dengan baan semi kulit. Setelah itu sang pemilik menyematkan audio, berikut subwoofer yang diletakkan di bagian bawah dasbor mobil.

Modifikasi Daihatsu Gran Max 2012 2

Walaupun tampilannya kini terlihat jauh lebih menarik dan beda, rupanya sang pemilik tidak serta-merta mengubah fungsi mobil pick-up miliknya ini. Une tetap menggunakan mobil ini sebagai pengangkut barang. “Fungsi tetap nomor satu, masih bisa mengangkut galon 30 buah tuh. Kalau enggak bisa bawa barang, emak bisa marah, hihihi…,” jelas Une.

Sekedar informasi, Daihatsu Gran Max Pick Up yang dijual di pasaran ditawarkan dalam dua pilihan mesin, yakni 1.3 liter dan 1.5 liter. Mesin tersebut menggunakan teknologi DOHC dengan 4 silinder segaris dan 4 katup setiap silindernya.

Supai bahan bakarnya telah menggunakan teknologi fuel injection sehingga hemat bahan bakar namun memiliki performa yang maksimal. Agar suhu mesin tetap stabil dan optimal, Daihatsu membenamkan sistem pendingin air pada mesin mobilnya.

Untuk mesin 13 liter dapat menghasilkan tenaga sebesar 88 PS pada putaran 6.000 rpm dengan torsi maksimum mencapai 11,7 Kg.m pada putaran 4.400 rpm. Sedangkan mesin 1.5 liter mampu menghasilkan tenaga hingga 97 PS pada 6.000 rpm dengan torsi puncak 13,7 Kg.m pada 4.400 rpm. Tenaga yang dihasilkan mesin disalurkan melalui sistem transmisi 5-percepatan.

Spesifikasi mobil modifikasi Daihatsu Gran Max 2012:

  • Pelek : BBS replika 8 x 18 inci & 9 x 18 inci
  • Pelek : Achilles ATR Sport 215/35R18 & 215/40R18
  • Sokbreker : Alco & Kayaba Ultra
  • Spion : Daihatsu Luxio
  • Setir : Nardi Lapis
  • jok : Murano
  • Head unit : Pioneer DEH P5050UB
  • Speaker : Infinity
  • Subwoofer : Rockford Fosgate 10”
  • Capasitor bank : Venom
  • Power monoblock : OWL
  • Power 4 channel : Performa

Sumber: OtomotifNet

Filed under: Modifikasi No Comments
13May/150

Modifikasi Daihatsu Luxio Sloper

Agak canggung memang menyebut nama Daihatsu Luxio Sloper. Namun ketika tahu artinya, kita pasti akan paham. Nama Sloper diambil dari kata slope yang artinya dakian (tanjakan) atau bisa juga melandai. Tidak salah jika Luxio dilengkapi sloper atau bidang miring khusus sebagai akses masuk bagi pengguna kursi roda baik karena disabilitas atau lanjut usia.

Memang mobil yang dimodifikasi agar bisa memenuhi kebutuhan khusus ini mulai marak belakangan ini. Beberapa merek menyediakan va­rian khusus ini pada model yang sudah dipa­sarkan sebelumnya.

Daihatsu menyediakan varian khusus ini untuk Luxio. Menurut Satriyo Head Development Project Team PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Luxio terpilih mengadopsi konsep ini dibanding Gran Max berdasarkan hasil survei. "Kami pilih Luxio karena dari hasil survei ke rumah sakit dan keluarga-keluarga yang memiliki anggota difabel, rata-rata menggunakan Toyota Alphard atau Nissan Elgrand. Jadi inilah alasan kami memilih konsep sloper di MPV teratas kami Luxio."

Dibanding Gran Max, Luxio punya beberapa kelebihan. Yang terutama adalah desain pintu belakang yang terbuka ke atas. Dengan bukaan ke atas layaknya hatchback itu, Luxio jauh lebih mudah ketika membuka dan melipat sloper. Berbeda dengan Gran Max yang pintu belakangnya terbuka ke samping. Hal ini jelas mempersempit mekanisme kerja sloper.

Kehadiran Luxio Sloper perdana saat di Indonesia International Motor Show 2014 juga menuai respons positif. PT ADM bahkan memberi mobil ini tagline istimewa, exclusive wagon for handicap person.

Dedikasi bagi pengguna kursi roda agar tetap nyaman saat naik mobil jelas setimpal meski bobot mobil naik sampai 20 kg.

Mekanisme sloper di Luxio juga diklaim kokoh. Bagian ini telah dilengkapi sebuah kabel baja untuk menarik kursi roda yang bersumber tenaga dari motor listrik. Jika kursi roda dan orangnya sudah naik, maka kursi roda itu akan secara otomatis terkunci sehingga orang yang ada di kursi roda itu tetap aman selama berkendara. Satu lagi, kontrol sloper itu juga bisa dikendalikan via remote.

Mengacu pada Daihatsu Tanto buatan Daihatsu Motor Company di Jepang, sudut kemiringan sloper dianjurkan 14 derajat. Dikalkulasi dengan tinggi mobil, maka panjang sloper mencapai 2 meter.

Selain sloper, fitur pe­ngaman kursi roda juga sudah dipikirkan Daihatsu. Di kabin terdapat titik untuk mengunci kursi roda tersebut, sehingga selama perjalanan tidak berguncang atau meluncur ke belakang.

Meski banyak manfaat, akses kursi roda memang harus mengorbankan kompartemen di kabin. Pertama ialah jok di belakang pengemudi dan bangku baris ketiga bagian kanan. Sementara bangku baris ketiga di kiri dilipat agar akses masuk dan keluar pengguna kursi roda lebih leluasa.

Luxio Sloper hadir dalam warna eksterior Metallic Black dan sentuhan Elegant Leather di interior. Jika Anda menginginkan prototipe ini, biaya modifikasinya diperkirakan mencapai Rp 100 juta. Maskapai pe­nerbangan terbesar milik pemerintah Indonesia bahkan sudah menggunakan 2 unit sloper di Bandara Soetta untuk membawa orang sakit atau difabel.

Sumber: Autobild

Filed under: Modifikasi No Comments
13May/150

Modifikasi Daihatsu GranMax Minibus, Makin Gaya Makin Aksi

Alirannya pun bermacam-macam, mulai dari yang tampilan elegan hingga sporti

Jakarta - Siapa sangka kalau Daihatsu Gran Max ini ternyata jadi salah satu sasaran para pehobi modifikasi mobil? Padahal Gran Max awalnya diluncurkan sebagai mobil niaga yang banyak digunakan untuk usaha. Seperti catering, laundry, bahkan untuk storing bengkel.

Jok Recaro bisa jadi pilihan untuk mempercantik kabin

Namun sejak beberapa tahun belakangan mulai bermunculan Daihatsu Gran Max yang sudah dimodifikasi, baik yang versi minibus, blind van, bahkan pick-up sekalipun. Alirannya pun bermacam-macam, mulai dari yang tampilan elegan hingga sporti.

Mulai dari versi minibus sampai blind van bisa dimodif!

Bahkan ada satu unit Toyota Town Ace (Daihatsu Gran Max untuk di ekspor ke Jepang) yang juga sudah dimodifikasi oleh pemiliknya. “Tampilan Gran Max yang ‘biasa-biasa’ saja justru mudah dimodifikasi, dengan ganti pelek saja tampilannya langsung berubah,” ujar Duran, pemilik Town Ace berwarna putih yang pernah masuk OTOMOTIF tahun lalu.

Mau tampil elegan? Bisa!

Duran memiliki pelek Enkei Sport Tarmac 16 inci dan Enkei EV5 18 inci untuk Town Ace-nya ini, “Saya lebih senang gaya sporti dengan pelek rally ini,” bisiknya. Lain lagi dengan Audi Daniel, pemilik Gran Max silver yang lebih memilih modifikasi ‘campuran’,

“Sebenarnya tadinya lebih ke arah sporty, tapi akhirnya ganti pelek pakai punya Cherokee Sport supaya kelihatan sedikit sangar,” bilangnya. Untuk memasukan pelek ini ia memodifikasi lubang baut di pelek. Jumlah baut sama-sama lima hanya beda jarak.

Tampilan sporti paling pas!

PCD Grand Max 114,3 sedang Cherokee 112. Lalu Audi juga mengganti headlamp-nya dengan model custom mengunakan punya Toyota Kijang Super dan frame custom. Kalau yang beraliran elegan adalah Gran Max milih Ahmed Sidky yang juga masuk OTOMOTIF edisi Januari lalu, ia memasang Carlsson 1/6 Evo diameter 19 inci lebar 8,5 inci untuk Gran Maxnya yang berwarna silver ini. “Ternyata bisa juga pakai 19 inci di Gran Max hehehe,” kekeh juragan pelek Pancoran Ban ini.

Sementara untuk modifikasi Gran Max pick-up dilakukan oleh Gunter Napitupulu, ia memasang pelek replika BBS 17 inci dan membuat cover bak custom di sisi kiri dan kanan bawah agar terlihat lebih rapi. Untuk versi Blind Van modifikasinya dilakukan oleh bos bengkel balap Donsa Garage, Doni Satrio.

Ia punya banyak koleksi pelek rally, yang pernah dipakai antar lain Compomotive diameter 16 inci dan juga memasang piggyback Dastek untuk mendongkrak performa mesinnya. Tak hanya di Jakarta, Bandung pun juga ketularan ikut modifikasi Gran Max ini.

Seperti yang dilakukan bos R-Kups Garage dengan Gran Max blind vannya, ia memasang pelek Enkei Apache 14 inci dan mengganti headlamp custom seperti milik Audi. “Mobil ini biasanya saya pakai untuk mengangkut pelek, jok Recaro, dan lain-lainya,” bilang Robby lagi.

Untuk interiornya, Gran Max juga bisa dibuat lebih maksimal. Duran dan Robby lebih memilih mengganti jok depan dengan jok Recaro agar terlihat lebih sporti. Untuk audionya headunit bisa mengaplikasi model 2-DIN monitor, untuk tatanan audio pun bisa lebih bermain.

Nah, untuk tema modifikasi, ada pendapat yang berbeda dari para pemilik mobil-mobil ini. “Menurut saya, Gran Max ini lebih cocok pakai pelek sporty seperti OZ Racing atau Enkei lebih masuk ke bodi boxy-nya Gran Max,”ujar Duran yang juga diamini Audi.

Namun Sidky lebih pro ke tema elegan, “Menurut saya malah lebih cocok pelek yang elegan, seperti Carlsson 1/6 Evo ini ,”tukasnya. Selanjutnya, Sidky menjelaskan kalau spek yang aman untuk Gran Max adalah velg offset +45 kalau mau rata bodi, “Diameter 17 inci lebar 7, ban ukuran 215/50R17 atau 215/45R17 juga bisa,”tambahnya.

Nah, bagaimana? Mau memodifikasi Gran Max Anda juga?

 

Parts dan Aksesoris Town Ace

Sebenarnya yang jadi acuan untuk memodifikasi Gran Max ini adalah tampilan a la Town Ace milik Duran. “Town Ace memiliki banyak fitur yang lebih dibandingkan Gran Max lokal, seperti fender mirror, konsol tengah, foot cover, silplate, leveling headlamp, dan lainnya,” ujar Dedy Santono, penjual privateer beragam aksesoris Town Ace dan Gran Max.

Oleh karena itu, para pemilik Gran Max yang ingin memodifikasi mobilnya rela dengan susah payah mencoba mengumpulkan parts dan aksesori tadi. “Enggak mudah rupanya, tapi untung sekarang sudah mulai ada yang jual,” lega Audi.

“Yang paling banyak dicari dan dibeli orang adalah fender mirror dan konsol tengah Town Ace,” ujar Dedy. Untuk fender mirror Dedy menjualnya seharga Rp 225 ribu, lalu untuk konsol tengah ia menjual Rp 200 ribu. “Saya juga ada laci dasbor yang sekarang dipakai Luxio baru, harganya Rp 350 ribu,” tambahnya. Ketiga barang ini merupakan hot item.
Dedy Telp. 0877-10101008.

Sumber: OtomotifNet

Filed under: Modifikasi No Comments
25Sep/140

Sirion Dress-Up Challenge 2014

Jakarta -Daihatsu Sirion meski bodinya cukup kecil tetapi cukup enak untuk dimodifikasi. Daihatsu pun menggelar kontes modifikasi Final Sirion Dress Up 2014, 25 mobil Sirion dari 9 kota di Indonesia menampilkan karya terbaik mereka.

Ajang Final Sirion Dress Up 2014 digelar pada 6 September 2014 di Atrium La Piazza Kelapa Gading Jakarta.

"Event ini disesuaikan dengan karakter pecinta Sirion, dimana rata-rata pemilik Sirion berusia 20 tahun ke atas, yang memiliki jiwa muda dan Stylish. Dan nanti pemenangnya akan kami tampilkan di IIMS 2014," ujar Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor Rokky Irvayandi, di Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (6/9/2014).

Sirion Dress-Up Challenge 2014 kali ini mengambil tema 'Rookie & Show Carz' dan mencoba mengulang kesuksesan event serupa tahun lalu. Dengan berhasil mengundang para penggemar Sirion beradu kreativitas mendandani mobilnya.

Sirion Dress-Up Challenge 2014 diikuti oleh 27 peserta terdiri dari Jakarta 9 peserta, Bandung 6 peserta, Banten 2 peserta, Bekasi 3 peserta, Tangerang 2 peserta, Bogor 2 peserta, Bali 1 peserta, Surabaya 1 peserta, dan Samarinda 1 peserta.

Namun ada peserta yang mengundurkan diri jadi total ada 25 mobil yang dipamerkan.

Dan tahun ini peserta terbagi dalam dua kelas berbeda, yaitu Kelas Rookie (Pemula) sebanyak 20 peserta dan Kelas Show Carz (Profesional) sebanyak 7 peserta.

Untuk kategori Rookie peserta akan memperebutkan berbagai hadiah yang terbagi dalam 6 kategori yaitu Best Exterior dress up, Sirion terbaik dalam menampilkan dress up di sektor eksterior, dengan tema estetika, desain, fungsionalitas, dan safety.

Selanjutnya Best Interior dress up, Sirion terbaik dalam konsep dress up interior dari sisi desain, tren, estetika, dan fungsionalitas. Best In-Cartainment (ICE) dress up, Sirion terbaik dalam penerapan dan penyajian peranti hiburan lengkap, dengan kosmetik audio yang menarik dan inspiratif.

Kelas Rookie Best Wheel dress up, Sirion yang memiliki poin tertinggi dalam hal dress up kaki-kaki yang dinilai dari harmonisasi, aktualita, dan detail pengerjaan. Tidak lupa para pemula ini juga akan dinilai Best Sticker, Sirion yang mengaplikasikan desain sticker terbaik dengan tema yang kreatif dan aktual. Dan Most People Choice, yaitu peserta yang paling banyak mendapat dukungan pengunjung venue atau via social media.

Sedangkan untuk kategori Show Carz, terdapat 5 kategori kompetisi yang diperebutkan yakni Best Body Kit, Best Custom Paint, Best Undercarriage, Best Interior, dan Most People Choice.

Kedua kategori ini akan memperebutkan hadiah dengan total sebesar Rp 152,5 juta, dengan rincian untuk Best of the best Show Carz Category : juara pertama mendapatkan Rp 30 juta. Sedangkan untuk Rookie Category juara pertama mendapatkan Rp 20 juta.

Sumber: detikOto
Filed under: Modifikasi No Comments
25Sep/140

Modifikasi Daihatsu Ayla X AT

Memberi contoh, lebih baik langsung dalam aksi nyata

Jakarta - Meski tergolong mobil murah atau LCGC (Low Cost Green Car), tampilan Astra Daihatsu Ayla bisa gagah setelah berada di tangan Candi Aprilyanto. Tentu, setelah hatchback otomatis ini dimodifikasi oleh mahasiswa Universitas Pelita Harapan, Jakarta.

 "Saya ingin cari sesuatu yang berbeda. Merek dan jenis lain sudah banyak yang modifikasi, tapi mobil ini masih jarang. Saya jadi tertantang dan ingin kasih tahu, kalau Ayla dengan bodi minimalis  bisa tampil keren juga," ungkap mahasiswa jurusan Manajemen ini.

Interior dibiarkan tetap standar

Memang, modifikasi yang dilakukan belum banyak, baru seputar eksterior saja. "Pelan-pelan. Nantinya interior juga mau dimodifikasi," tambah Candy, panggilannya.

Pelek standar diganti ukuran 15 inci, jadi lebih keluar bodi.
Stiker hitam untuk membuat tampilan lebih eksis

Pelek sebagai komponen paling mudah mengubah penampilan diganti. Keluaran BBS ukuran 15 inci dipilih. Setelah dipasang ternyata keluar dari bodi. Biarlah, toh sekarang sedang jadi trend. Salah satu kelemahan modifikasi seperti ini, bodi mobil lebih cepat kotor karen cipratan air dari ban.

Menyelaraskannya, per dilakukan modifikasi. Tujuannya,supaya ketinggian bodi jadi berkurang. Efek mengganti pelek, mobil akan jadi lebih tinggi. Pada mobil kecil, bodi yang terlalu tinggi justru kurang sedap dipandang.

Untuk tampilan bodi, Candy tak mau terlalu ekstrem. Melakukan pengecatan ulang dianggapnya kurang ringkas. Salah satu cara praktis yang ditempuh yakni stiker. Selain pelek, dengan stiker ini, tampilan bodi juga langsung terlihat berbeda. Cepat dan murah.

Sebagai pembeda tampilan, kap mesin, atap mobil serta pintu bagasi ditutup stiker hitam. Perbedaannya, pada kap mesin dan bagasi memiliki nuansa karbon sehingga terlihat lebih sporty.

Sistem audio dibenahi untuk menemani perjalanan ke kampus

Karena masih dipakai sebagai kendaraan harian dan perjalanan ke kampus, audio mutlak bagus. Bukan sekadar bunyi saja. Untuk itu, pria kelahiran April 1996 ini melakukan peningkatan performanya. Komponen standar sebagian masih dipakai, tapi ada yang diganti pakai yang lebih berkualitas.

Bodi minimalis dengan modifikasi yang minimalis, bikin Ayla tampil lebih eksis

Sumber: OtomotifNet
Filed under: Modifikasi No Comments
25Sep/140

Modifikasi Daihatsu Terios 4X4

Beneran, ini Daihatsu Terios berpenggerak empat roda, alias 4x4 loh. Gak percaya? Silakan baca kegigihan dan kesabaran Taufiq Nugroho yang berhasil mengubah Terios-nya jadi 4WD (4 Wheel Drive) ini.

Awal mulanya, ide pria asal Jogjakarta untuk memodifikasi Terios keluaran 2007 yang dipakai istrinya ini sudah sejak lama. “Idenya sudah ada semenjak SUV ini muncul di Indonesia. Kayaknya cocok untuk istri deh daripada bawa mobil bongsor,” ujar Taufiq.

Ditambah rasa penasaran pria lulusan teknik mesin ITB ini, kenapa Terios di Indonesia enggak mengeluarkan versi 4WD-nya.

Akhirnya pria penggila kendaraan 4WD ini mulai tanya-tanya lewat mailing list. Namun hasilnya nol. Kemudian sempat bertanya pada teman–teman pakar jip, malah dibilang susah.

Sebab bodi dan sasis yang tidak mendukung. Berdasar pencariannya, niatnya sempat ngedrop dan mengaburkan impiannya, ditambah kesibukan kerjanya di Kuala Lumpur, Malaysia.

Bahkan, niatnya itu sempat terwujud, ia mendapatkan gardan depan Daihatsu Taruna, tapi setelah melalui proses panjang negosiasi dengan penjual di Malaysia dan kesulitan melalui bea cukai, ternyata komponen tersebut tak bisa dipasang. “Padahal cukup mahal,” keluhnya.

Beruntung ada tawaran dari rekannya yang juga importir komponen. Satu set gardan, transfer case berikut sepasang disc brake depan berikut dudukannya eks mobil Perodua Nautica 4WD yang merupakan Terios yang dipasarkan oleh Perodua asal Malaysia.

Taufiq beranggapan akan lebih mudah pemasangannya karena antara Terios dan Nautica memiliki kesamaan fisik, hanya saja Nautica memiliki wheelbase sedikit lebih pendek.

Anggapan tersebut tak sepenuhnya benar 100%. Sebab untuk memasang gardan dan transfer case, dudukan yang ke sasis harus dipasang secara bolt-on. Lebih rumit lagi karena harus melepas sistem independen suspensi depan Terios. Setelah itu baru bisa dipasang gardan depan dan transfer case-nya.

Untuk kopel depan bisa langsung dipasang karena menggunakan bawaan Nautica. Tak demikian dengan bagian belakang. Kopel belakang bawaan Terios harus dipotong supaya bisa tersambung dengan transfer case.

Proses modifikasi yang sebenarnya sudah selesai tersebut ternyata masih juga berkendala. Ground clearance masih terlalu rendah untuk roda dan 4WD frame depan. “Hanya kurang 17 cm, tentu saja I’am not happy karena bakalan mentok sana mentok sini,” ujar pria yang sudah kental logat Melayu ini

Akhirnya frame depan dan semua sistem 4WD-nya diturunkan lagi. Karena perlu modifikasi frame 4WD untuk mendapatkan ground clearance yang cukup. “Now (ground clearance) sekitar 25 cm dari tanah. Cukup lah untuk main ke pantai dan light off-road,” imbuhnya.

Dengan sistem 4WD permanent (full time) bawaan Nautica ini, pri kelahiran 1976 ini pun bisa beroff-road ria bersama sang istri tercinta.

Sumber: OtomotifNet
Filed under: Modifikasi No Comments
25Sep/140

TV Mobil Double DIN Untuk Daihatsu Ayla Kesayangan Anda

 Belum puas dengan head unit bawaan pabrik dan ingin meningkatkan kualitas audio di Daihatsu Ayla anda, coba head unit seri IN740 baru keluaran Symbion ini.
Head unit 6.95 digital panel double din DVD , dengan output audio 4x45W, lebih dari cukup untuk menggetarkan kabin Agya/Ayla. Ia juga dibekali fitur USB, Bluetooth, GPS ready dan slot SD Card, dan TV.

Oh ya, saat Anda memutar lagu melalui DVD/VCD atau CD di jalan yang banyak guncangan, tak perlu kuatir. Pasalnya Symbion IN740 sudah dilengkapi mekanikal anti guncangan.

Tertarik,silahkan mampir ke PT.Asia Wahana Audiotama, Jl.Gading Kirana Timur Blok H II No.15-16, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Telp. 08161406477.

Harga Rp 2 juta.

Sumber: Autobild

Filed under: Modifikasi No Comments
12Apr/140

Mobil Listrik Daihatsu Xenia


 
Surabaya - Setelah berhasil melalui pikap Mitsubishi Jetstar bermesin listrik, kali ini Widyakarsa Soeweno yang akrab disapa Ko Aling menggunakan Daihatsu Xenia 2012 dengan mengandalkan komponen yang lebih berkualitas dan terintegritas.
Kenapa dipilih Xenia? “Karena mobil yang siap kebetulan Xenia. Ya sudah, akhirnya jadi ‘korban’,” buka Aling mengawali pembicaraan.
Dimensi baterai besar
Secara prinsip,  tidak jauh beda sama mobil listrik pikap Jetstar. Sama-sama menghilangkan mesin standar, lalu ganti dengan motor penggerak dan baterai. Hanya saja, untuk All New Xenia kali ini menggunakan komponen yang lebih berkualitas dan lebih terintegrasi.
Menggunakan motor penggerak merek Golden berdaya 8 KW 72 Volt yang didatangkan dari Cina. Motor ini mampu mengeluarkan output tenaga hingga 10 dk di 4.000 rpm. Berbeda dari yang sebelumnya yang hanya 7 dk. “Pakai dk yang lebih besar karena bobotnya lebih berat. Apalagi kalau nanti ada penumpangnya,” jelas Aling.
Sebagai sumber kekuatan, digunakan baterai LiFePO4 96 keping yang berkekuatan 72 Volt 200 Ampere. “Dimensi baterainya cukup besar. Jadi dibagi tempat peletakannya, satu di ruang mesin dan satu lagi di belakang,” ujar pria yang ahli kelistrikan dan elektro ini.
Jok baris ketiga dicopot untuk menempatkan baterai lithium
Arus listrik dari baterai tadi dimasukkan melalui inverter, lalu ke motor penggerak melalui pedal gas yang dibeli di Cina khusus untuk mobil listrik. Kecepatannya pun bisa disesuaikan dengan ijakan pedal, seperti mobil pada umumnya.
Motor controller
Yang menariknya, dibekali juga dengan motor controller. Fungsinya mirip ECU yang mengatur akselerasi dan deselerasi pada motor penggerak. “Bisa di-mapping juga pakai software. Bisa diseting berapa kekuatan arus listrik untuk akselerasi ataupun deselerasinya,” jelas Aling lagi.
Dengan kondisi baterai penuh, All New Xenia ini bisa dibejek hingga 100 – 110 km/jam. Dan diperkirakan bisa menempuh jarak hingga 150 - 200 km. Sayangnya, untuk lama pengisian ulang baterai dari posisi kosong sampai penuh, dibutuhkan waktu 20 jam dengan charger 10 Ampere.
“Kita masih riset bagaimana pengisian ulang dengan waktu yang cepat,” imbuh Aling yang mengabiskan dana Rp 100 jutaan belum termasuk mobil.
Serunya, AC, power steering dan booster rem masih berfungsi seperti standarnya. Walau ada ubahan. Seperti penggantian kompresor AC dengan kompresor untuk AC elektrik 72 Volt. Lalu power steering dimodifikasi sedemikian rupa agar sinyal sensornya bisa tetap terbaca saat kunci kontak di posisi On. Untuk pengereman, Aling mengganti vacuum booster-nya dengan yang elektrik 72 volt.

“Dan airbag pun tetap berfungsi sesuai standarnya loh. Begitu juga dengan audio dan lampu-lampu,” jelasnya sembari bilang kalau mobil ini sudah dipakai pak Dahlan Iskan muter-muter kota Surabaya.

Sumber: OtomotifNet

Filed under: Modifikasi No Comments
2Nov/120

Teknologi Mesin Daihatsu Ayla

Mengamati dua mobil Astra Daihatsu Ayla dan Astra Toyota Agya memang lagi menarik. Setelah melototi desain ekterior dan interior IIMS 2012 lalu, tentu masih banyak pertanyaaan seputara mesinya?

Memakai konsep LCGC (Low Cost Green Car) , engine 3 silinder berkode 1KR dipilih oleh principal (Daihatsu Motor Corporation Jepang) untuk kolaborasi ketiga Daihatsu-Toyota di Indonesia ini.

Namun, sedikit dimodifikasi agar tujuan low cost tercapai. “Gimana caranya agar harganya murah dan bahan bakarnya irit, sehingga ada beberapa komponen yang kita ubah,” Embay Sunaryo, Head Development Project Team 3 R&D PT Astra Daihatsu Motor (ADM), APM Daihatsu di Tanah Air.

Ubahan paling signifikan gunakan Integrated Exhauts Manifold (IEM). Kalau Anda sempat memperhatikan mesin Ayla di IIMS lalu, exhauts manifold setiap silinder tidak terlihat. Yang tampak hanya 1 pipa besar yang keluar melalui lubang exhauts.

“Cost jadi lebih murah dan karena jadi satu (exhaut manifold dan cylinder head) maka panas exhauts manifold tidak merambat cepat ke catalytic converter (CC) karena posisinya jadi jauh. Sehingga usia CC juga lebih panjang,” bebernya.

Efek ke efisiensi BBM memang gak signifikan, namun kata Embay, dengan IEM itu bobot mesin tereduksi cukup besar dan ujung-ujungnya ke konsumsi BBM.

Selain itu, dinding ketiga pistonnya sudah dilapisi bahan Teflon. Fungsinya, menurut Rifqi Taufiqurrahman bisa mengurangi gesekan antara piston dan inner cylinder. “Juga meminimalkan panas,” ujar pria yang menjabat Engine Staff R&D ADM ini.

Bahkan, kata Rifqi, proses pelumasan piston gunakan sistem Oil Jet. Dimana ditambahkan saluran di bawah masing-masing piston. Gunanya saat kompresi tinggi oli akan ‘muncrat’ secara mekanis. Teknologi ini sudah dipakai di mesin 3SZ-VE milik Daihatsu Luxio, Gran Max, Terios dan Toyota Avanza 1.5.

Sebagai mobil perkotaan yang butuh torsi besar, langkah piston mesin Ayla/Agya ini juga di-stroke up. Dari asli mesin 1KR sebesar 81 mm menjadi 84 mm. Sehingga diameter x langkahnya kini berukuran 71 x 84 mm. “Nafasnya jadi panjang dan torsi lebih besar,” tegas Embay lagi.

Spek mesin lain, yakni mengadopsi timing chain (rantai keteng) untuk menggerakkan camshaft. Memang termasuk ‘jadul’, tapi biaya perawatan jadi minim lantaran usia penggantian part tergolong lama dibanding pakai belt.

Oiya, mesin 1KR yang juga dipakai di Toyota Aygo, iQ, Yaris, Daihatsu Cuore, Peugeot 107 berbeda dari Ayla-Agya yang memakai KR-DE. Kalau Aygo, iQ, Cuore, 107 dan lainnya adopsi 1KR-FE.

Bedanya, bisa dilihat dari dua huruf di belakang. “FE berarti VVT-i (Variable Valve Timing with intelligent). Kalau DE, mesin sudah DOHC, tapi tidak VVT-i,” jelas Satriyo Budiutomo, Executive Coordinator Project Team 1 R&D ADM.

Loh kenapa dihilangkan (VVT-i), bukannya bisa menekan konsumsi BBM? “VVT-i itu memang salah satu alat menghemat bahan bakar dan memperbesar torsi, tetapi di mesin 1KR-DE ini tanpa VVT-i, hal yang ditargetkan sudah tercapai. Sehingga kalau bicara dari pengembangan mesin jadi lebih murah. Tanpa VVT-i pun sudah mendapat tenaga dan konsumsi BBM yang diinginkan,” ungkapnya.

Sejumlah pengembangan mesin baru tersebut boleh diajungi jempol. Tapi seberapa besar signifikannya terhadap efisiensi bahan bakar memang butuh pengetesan dikondisi jalan sesungguhnya, bukan test di laboratorium.

 

Filed under: Info, Modifikasi No Comments
2Nov/120

Tips Modifikasi Daihatsu GranMax Minibus

JAKARTA - Robby Setiawan memilih Daihatsu Gran Max 1.D produksi 2009 ini lantaran multifungsi. Selain berfungsi sebagai mobil niaga harian, juga jadi ajang gaul di klub Gran Max Luxxio Indonesia (Maxxio). "Sedikit dimodif biar lebih pede," ujar wiraswasta di bidang otomotif ini.

Langkah modifikasi bertahap ditempuhnya. “Supaya tampilannya lebih maksimal dan dilihatnya lebih enak,” senyum suami dari Ena Kensiana ini. Diakui Robby modifikasinya termasuk mudah. Karena aksesori khusus Gran Max terbatas, jadi alternatifnya bisa pakai aksesori kepunyaaan Luxio dan produk aftermarket.

Tentunya dipilih aksesori yang sifatnya fungsional, sesuai estetika dan tidak berlebihan. Wilayah eksterior hanya ditambahkan lip bumper dengan fog lamp baru berikut rumahnya. Lebih elegan, spion bawaan Luxio. Penerapan foot step aftermarket dan roof rack universal yang dibuatkan dudukan khusus menambah fungsi mobil.

“Kalau keluar kota bisa bawa barang lebih di atas, kabin jadi lebih maksimal untuk penumpang,” jelas pemukim kawasan Sunter, Jakut ini. Kelengkapan lainnya wing spoiler aftermarket khusus Gran Max dan wiper tambahan di kaca belakang beserta washer-nya.

Paling mencolok ada di pemilihan pelek diameter besar yang diakuinya masih enak dikendarai lantaran ruang roda cukup akomodatif. “Pengendaliannya enggak beda jauh, hampir sama dengan standarnya, hanya kalau ngerem lebih hati-hati saja,” jelas bos bengkel sepeda motor Jaya Motor ini.

Peleknya sendiri mengaplikasi Pro EXE ring 20 inci dengan lebar di depan 7 inci dan 9,5 inci di belakang. Ban gunakan labelan Accelera Phi ukuran 225/35-R20 dan Nankang Ultra Sport NS-II 245/35-R20. Kinerja suspensi masih mempercayakan bawaan pabrik lantaran tetap ingin mempertahankan kenyamanan standar.

Kabin Elegan
Beralih ke wilayah kabin, nuansa elegan kentara. Jok tengah mengaplikasi produk aftermarket, sementara jok tengah aslinya pindah ke belakang dimana sebelumnya posisinya berhadapan.

Lalu semuanya dilapis bahan kulit MBtech. Konsol boks tengah tambahan manfaatkan kreasi klub Maxxio. Menambah kenyamanan, peranti AC double blower merek Trim Slim khusus Gran Max dipasangkan di kabin tengah. Kualitas tata suara ikut ditingkatkan.

Dimulai dari penggantian head unit model 2-din Pioneer AVH 3450 DVD dikombinasikan dengan speaker 3-way, mid bass dan mid range Micro Audio R2 di kabin depan, lengkap dengan dudukan di pilar A.

Sementara di kabin paling belakang di balik jok ditempatkan sepasang subwwofer 12 inci Pioneer dengan speaker coaxial JBL.

Begitu juga duet power ampilifier monoblock VCA dan Momentum 4-channel dikemas apik dalam kemasan boks oleh gerai Dirgantara Audio dari Pondok Gede, Jaktim.

Sumber: OtomotifNet