ENCAR DAIHATSU PALEMBANG (PT. ENCARTHA INDONESIA) | AYLA | XENIA | TERIOS | LUXIO | SIRION | GRANMAX MINIBUS PICK UP |
13May/150

Modifikasi Daihatsu Luxio Sloper

Agak canggung memang menyebut nama Daihatsu Luxio Sloper. Namun ketika tahu artinya, kita pasti akan paham. Nama Sloper diambil dari kata slope yang artinya dakian (tanjakan) atau bisa juga melandai. Tidak salah jika Luxio dilengkapi sloper atau bidang miring khusus sebagai akses masuk bagi pengguna kursi roda baik karena disabilitas atau lanjut usia.

Memang mobil yang dimodifikasi agar bisa memenuhi kebutuhan khusus ini mulai marak belakangan ini. Beberapa merek menyediakan va­rian khusus ini pada model yang sudah dipa­sarkan sebelumnya.

Daihatsu menyediakan varian khusus ini untuk Luxio. Menurut Satriyo Head Development Project Team PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Luxio terpilih mengadopsi konsep ini dibanding Gran Max berdasarkan hasil survei. "Kami pilih Luxio karena dari hasil survei ke rumah sakit dan keluarga-keluarga yang memiliki anggota difabel, rata-rata menggunakan Toyota Alphard atau Nissan Elgrand. Jadi inilah alasan kami memilih konsep sloper di MPV teratas kami Luxio."

Dibanding Gran Max, Luxio punya beberapa kelebihan. Yang terutama adalah desain pintu belakang yang terbuka ke atas. Dengan bukaan ke atas layaknya hatchback itu, Luxio jauh lebih mudah ketika membuka dan melipat sloper. Berbeda dengan Gran Max yang pintu belakangnya terbuka ke samping. Hal ini jelas mempersempit mekanisme kerja sloper.

Kehadiran Luxio Sloper perdana saat di Indonesia International Motor Show 2014 juga menuai respons positif. PT ADM bahkan memberi mobil ini tagline istimewa, exclusive wagon for handicap person.

Dedikasi bagi pengguna kursi roda agar tetap nyaman saat naik mobil jelas setimpal meski bobot mobil naik sampai 20 kg.

Mekanisme sloper di Luxio juga diklaim kokoh. Bagian ini telah dilengkapi sebuah kabel baja untuk menarik kursi roda yang bersumber tenaga dari motor listrik. Jika kursi roda dan orangnya sudah naik, maka kursi roda itu akan secara otomatis terkunci sehingga orang yang ada di kursi roda itu tetap aman selama berkendara. Satu lagi, kontrol sloper itu juga bisa dikendalikan via remote.

Mengacu pada Daihatsu Tanto buatan Daihatsu Motor Company di Jepang, sudut kemiringan sloper dianjurkan 14 derajat. Dikalkulasi dengan tinggi mobil, maka panjang sloper mencapai 2 meter.

Selain sloper, fitur pe­ngaman kursi roda juga sudah dipikirkan Daihatsu. Di kabin terdapat titik untuk mengunci kursi roda tersebut, sehingga selama perjalanan tidak berguncang atau meluncur ke belakang.

Meski banyak manfaat, akses kursi roda memang harus mengorbankan kompartemen di kabin. Pertama ialah jok di belakang pengemudi dan bangku baris ketiga bagian kanan. Sementara bangku baris ketiga di kiri dilipat agar akses masuk dan keluar pengguna kursi roda lebih leluasa.

Luxio Sloper hadir dalam warna eksterior Metallic Black dan sentuhan Elegant Leather di interior. Jika Anda menginginkan prototipe ini, biaya modifikasinya diperkirakan mencapai Rp 100 juta. Maskapai pe­nerbangan terbesar milik pemerintah Indonesia bahkan sudah menggunakan 2 unit sloper di Bandara Soetta untuk membawa orang sakit atau difabel.

Sumber: Autobild

Filed under: Modifikasi No Comments
13May/150

Filter Kabin AC untuk Daihatsu Ayla

Udara yang dipakai oleh AC berasal dari dalam kabin mobil. Udara dari kabin disedot oleh blower untuk melewati evaporator yang sudah didinginkan. Udara dingin kemudian diembuskan ke dalam kabin via kisi AC.
Timbul pertanyaan, apakah mobil LCGC murah seperti Daihatsu Ayla sudah memiliki filter kabin untuk AC? Filter kabin menangkap kotoran yang akan ditarik blower menuju evaporator. Udara kotor yang berpotensi membawa bibit penyakit disaring dulu sebelum ditiupkan ke dalam kabin. Yang tak kalah penting, filter kabin juga menjaga usia evaporator.

“Daihatsu Ayla sejak awal sudah langsung menggunakan filter kabin untuk menyaring udara yang dipakai untuk sistem AC,” terang Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Product Improvement Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

Ia pun melanjutkan, melihat fungsinya yang vital bagi kesehatan tubuh dan sistem sirkulasi AC, filter kabin wajib dibersihkan setiap 20 ribu km dan diganti setiap 40 ribu km. Harganya juga murah, hanya Rp 83 ribu untuk filter kabin AC asli Daihatsu Ayla.

Sumber: AutoBild

Filed under: Tips No Comments
13May/150

Modifikasi Daihatsu GranMax Minibus, Makin Gaya Makin Aksi

Alirannya pun bermacam-macam, mulai dari yang tampilan elegan hingga sporti

Jakarta - Siapa sangka kalau Daihatsu Gran Max ini ternyata jadi salah satu sasaran para pehobi modifikasi mobil? Padahal Gran Max awalnya diluncurkan sebagai mobil niaga yang banyak digunakan untuk usaha. Seperti catering, laundry, bahkan untuk storing bengkel.

Jok Recaro bisa jadi pilihan untuk mempercantik kabin

Namun sejak beberapa tahun belakangan mulai bermunculan Daihatsu Gran Max yang sudah dimodifikasi, baik yang versi minibus, blind van, bahkan pick-up sekalipun. Alirannya pun bermacam-macam, mulai dari yang tampilan elegan hingga sporti.

Mulai dari versi minibus sampai blind van bisa dimodif!

Bahkan ada satu unit Toyota Town Ace (Daihatsu Gran Max untuk di ekspor ke Jepang) yang juga sudah dimodifikasi oleh pemiliknya. “Tampilan Gran Max yang ‘biasa-biasa’ saja justru mudah dimodifikasi, dengan ganti pelek saja tampilannya langsung berubah,” ujar Duran, pemilik Town Ace berwarna putih yang pernah masuk OTOMOTIF tahun lalu.

Mau tampil elegan? Bisa!

Duran memiliki pelek Enkei Sport Tarmac 16 inci dan Enkei EV5 18 inci untuk Town Ace-nya ini, “Saya lebih senang gaya sporti dengan pelek rally ini,” bisiknya. Lain lagi dengan Audi Daniel, pemilik Gran Max silver yang lebih memilih modifikasi ‘campuran’,

“Sebenarnya tadinya lebih ke arah sporty, tapi akhirnya ganti pelek pakai punya Cherokee Sport supaya kelihatan sedikit sangar,” bilangnya. Untuk memasukan pelek ini ia memodifikasi lubang baut di pelek. Jumlah baut sama-sama lima hanya beda jarak.

Tampilan sporti paling pas!

PCD Grand Max 114,3 sedang Cherokee 112. Lalu Audi juga mengganti headlamp-nya dengan model custom mengunakan punya Toyota Kijang Super dan frame custom. Kalau yang beraliran elegan adalah Gran Max milih Ahmed Sidky yang juga masuk OTOMOTIF edisi Januari lalu, ia memasang Carlsson 1/6 Evo diameter 19 inci lebar 8,5 inci untuk Gran Maxnya yang berwarna silver ini. “Ternyata bisa juga pakai 19 inci di Gran Max hehehe,” kekeh juragan pelek Pancoran Ban ini.

Sementara untuk modifikasi Gran Max pick-up dilakukan oleh Gunter Napitupulu, ia memasang pelek replika BBS 17 inci dan membuat cover bak custom di sisi kiri dan kanan bawah agar terlihat lebih rapi. Untuk versi Blind Van modifikasinya dilakukan oleh bos bengkel balap Donsa Garage, Doni Satrio.

Ia punya banyak koleksi pelek rally, yang pernah dipakai antar lain Compomotive diameter 16 inci dan juga memasang piggyback Dastek untuk mendongkrak performa mesinnya. Tak hanya di Jakarta, Bandung pun juga ketularan ikut modifikasi Gran Max ini.

Seperti yang dilakukan bos R-Kups Garage dengan Gran Max blind vannya, ia memasang pelek Enkei Apache 14 inci dan mengganti headlamp custom seperti milik Audi. “Mobil ini biasanya saya pakai untuk mengangkut pelek, jok Recaro, dan lain-lainya,” bilang Robby lagi.

Untuk interiornya, Gran Max juga bisa dibuat lebih maksimal. Duran dan Robby lebih memilih mengganti jok depan dengan jok Recaro agar terlihat lebih sporti. Untuk audionya headunit bisa mengaplikasi model 2-DIN monitor, untuk tatanan audio pun bisa lebih bermain.

Nah, untuk tema modifikasi, ada pendapat yang berbeda dari para pemilik mobil-mobil ini. “Menurut saya, Gran Max ini lebih cocok pakai pelek sporty seperti OZ Racing atau Enkei lebih masuk ke bodi boxy-nya Gran Max,”ujar Duran yang juga diamini Audi.

Namun Sidky lebih pro ke tema elegan, “Menurut saya malah lebih cocok pelek yang elegan, seperti Carlsson 1/6 Evo ini ,”tukasnya. Selanjutnya, Sidky menjelaskan kalau spek yang aman untuk Gran Max adalah velg offset +45 kalau mau rata bodi, “Diameter 17 inci lebar 7, ban ukuran 215/50R17 atau 215/45R17 juga bisa,”tambahnya.

Nah, bagaimana? Mau memodifikasi Gran Max Anda juga?

 

Parts dan Aksesoris Town Ace

Sebenarnya yang jadi acuan untuk memodifikasi Gran Max ini adalah tampilan a la Town Ace milik Duran. “Town Ace memiliki banyak fitur yang lebih dibandingkan Gran Max lokal, seperti fender mirror, konsol tengah, foot cover, silplate, leveling headlamp, dan lainnya,” ujar Dedy Santono, penjual privateer beragam aksesoris Town Ace dan Gran Max.

Oleh karena itu, para pemilik Gran Max yang ingin memodifikasi mobilnya rela dengan susah payah mencoba mengumpulkan parts dan aksesori tadi. “Enggak mudah rupanya, tapi untung sekarang sudah mulai ada yang jual,” lega Audi.

“Yang paling banyak dicari dan dibeli orang adalah fender mirror dan konsol tengah Town Ace,” ujar Dedy. Untuk fender mirror Dedy menjualnya seharga Rp 225 ribu, lalu untuk konsol tengah ia menjual Rp 200 ribu. “Saya juga ada laci dasbor yang sekarang dipakai Luxio baru, harganya Rp 350 ribu,” tambahnya. Ketiga barang ini merupakan hot item.
Dedy Telp. 0877-10101008.

Sumber: OtomotifNet

Filed under: Modifikasi No Comments
13May/150

Wisudakan Kader Teknisi Daihatsu Angkatan ke 5

daihatsu-wisuda-mekanik-2

PT Daihatsu Motor (ADM) dan PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) kembalu menggelar Wisuda Kader Teknisi Daihatsu Angkatan ke-5, diselenggarakan di Booth Daihatsu IIMS 2014.  Program ini merupakan pengembangan kemampuan teknisi secara lebih intensif bagi kader teknisi Daihatsu seluruh Indonesia dengan seiring pertumbuhan jumlah bengkel Daihatsu, pemenuhan kebutuhan teknisi handal dan terampil menjadi faktor dan terampil dapat terpenuhi lebih cepat dibanding melalui pelatihan lain.

Para calon kader teknisi Daihatsu direktrut oleh cabang dan dealer Daihatsu. Mereka juga merupakan lulusan terbaik dari SMK Binaan Daihatsu diseluruh Indonesia dan mengikuti pelatihan 10 bulan di Training Center PT. Astra Daihatsu Motor.  Dengan Metode belajar In Class Training, Praktek, dan On The Job Training, para kader teknisi Daihatsu ini mengembangkan kemampuan teknisi juga dan non teknisi seperti basic mentality dan budaya kerja.

daihatsu-wisuda-mekanik

“Pelatihan pelatihan yang diberikan, kader teknisi Daihatsu ini juga berkesempatan melakukan kunjungan ke pabrik ADM dan supplier untuk melihat langsung proses produksi dan kontrol kualitas sesuai standar global Daihatsu. Hal ini dilakukan untuk menambah wawasan dan inpirasi para kader untuk terus meningkatkan ketrampilan guna memberikan hasil kerja terbaik serta berkualitas global” ujar Ahmad Syaufi, Technical Service Division Head ADM.

Amelia Tjandra, Direktur Marketing ADM mengatakan program kader Daihatsu ini dipersiapkan untuk menciptakan Teknisi Daihatsu yang terampil dan handal guna memberikan layanan terbaik kepada para Sahabat Pelanggan Daihatsu di Indonesia. Dan dipersiapkan untuk bisa menyelesaikan permasalahan teknis yang di alami oleh pelanggan dengan mudah, cepat, tepat, sesuai prosedur standar Daihatsu.

Sumber: AutoGlobeMagz

Filed under: Berita No Comments
25Sep/140

Kembaran Daihatsu Ayla Telah Diluncurkan di Malaysia

Perodua Axia review

AutonetMagz.com – Setelah kami kemarin sempat memberitakan tentang Perodua Axia yang akan menjadi kembaran Ayla di Malaysia, kali ini bersama dengan teman baik kami dari Paultan.org, kami berkesempatan melakukan impresi pertama kami terhadap mobil EEV (Energy Efficient Vehicle) atau LCGC-nya Malaysia. Yuk kita kupas habis Pak Cik Axia ini.

Eksterior Perodua Axia

Dari segi eksterior, meski telah mendapatkan ubahan bentuk bumper yang cukup signifikan, tak sulit untuk mengenali bentuk Ayla pada mobil yang aslinya ditempatkan sebagai pengganti Perodua Viva ini. Axia memiliki dua muka, yaitu tampilan pada mobil berwarna hijau yang mewakili varian E dan G, lalu mobil warna kuning yang mewakili tipe SE dan Advance.

Kembaran Daihatsu Ayla Toyota Agya Perodua Axia dari Malaysia

Pada tipe E dan G, tampilan muka mobil ini memiliki kesamaan dengan Toyota Agya, terutama pada gril depan yang desainnya sama persis. Bedanya, Axia tidak dilengkapi bilah chrome seperti halnya Agya. Selain itu, bentuk air dam Axia adalah trapesium yang lebih besar di bagian atasnya, terbalik dengan Agya yang lebih besar di bawahnya, demikian juga dengan Housing foglamp yang memiliki desain baru bila dibandingkan dengan Agya. Desain pelek 8-spokenya juga menjadi pembeda dengan Ayla yang hanya 6-spoke, namun untuk tipe E, dia hanya dilengkapi pelek kaleng tanpa dop.

Harga Perodua Axia si kembar Daihatsu Ayla dan Toyota Agya

Sementara itu dari belakang, hanya ada perbedaan kecil di sektor lampu rem dan desain bumper belakang. Axia telah menerapkan lampu belakang desain baru dengan deretan LED, lalu bumper belakangnya juga mendapatkan aksen hitam yang sepertinya akan menjadi rumah foglamp belakang yang bisa dibeli secara terpisah, sementara sensor parkir belakang telah menjadi standar untuk tipe G.

Perodua Axia Advance kembaran Ayla tampak depan

Puas membahas tampilan versi E dan G, mari kita lihat versi SE dan Advance yang tampilannya jauh lebih garang. Bumper dengan air dam raksasa dan desain foglamp baru benar-benar membuat mobil ini tampil sangar untuk sebuah city car, bahkan dibanding Daihatsu Ayla sekalipun yang sama-sama memiliki air dam besar. Belum lagi tatapan headlamp projector yang tajam dan bilah chrome di bagian atas air dam, berikut kehadiran sensor parkir depan-belakang yang sepertinya sudah mengindikasikan kelengkapan fitur yang dibawanya.

Perodua Axia Advance SE kembaran Ayla tampak belakang

Desain belakang Axia SE dan Advance juga memiliki perbedaan sedikit dibanding tipe E dan G. Meski tetap menggunakan lampu LED di stoplamp-nya, mika berwarna putih membuatnya tampil lebih clean. Pelek pada dua varian termahal ini pun desainnya lebih cantik daripada dua varian di bawahnya, yaitu 10-spoke dengan palang yang agak tebal. Oh ya, kedua tipe termahal ini juga telah dilengkapi security window tint sebagai standar.

City car Malaysia Perodua Axia tipe Advance SE

Yang kami sukai, Perodua berani mengenalkan mobil ini dengan warna-warna terang nan mencolok seperti hijau dan kuning yang memang terlihat cocok untuk mobil-mobil seperti Axia ini, membuatnya tampil lebih menggemaskan dan mampu menarik perhatian siapapun. Coba saja bila di jalanan Indonesia yang mayoritas warna mobilnya adalah hitam, putih atau silver, lalu muncul mobil dengan warna terang seperti ini, otomatis mata kita akan langsung melihatnya bukan? Yang jelas, Perodua berhasil membuat Axia tampil lebih atraktif melalui warna dan desainnya, terutama untuk varian termahalnya.

Interior Perodua Axia

Interior dashboard Perodua Axia tipe Standard

Masuk ke dalam kabinnya, masih kental sekali nuansa Ayla di dalam kabin Axia karena desain yang mirip, bedanya hanya di desain center cluster dan desain setirnya. Berita baiknya, Perodua lebih berbaik hati untuk menyematkan fitur pendukung kenyamanan yang beberapa diantaranya absen di Ayla lokal, seperti pengatur ventilasi udara, selektor sumber udara, tombol AC dan defogger untuk Axia tipe G, berbeda dengan Ayla yang hanya memiliki tombol pengatur suhu dan kecepatan AC.

Interior Perodua Axia Advance SE

Di varian teratas, yaitu tipe SE dan Advance, kelengkapan yang dibenamkan lebih komplit lagi, sebab kita mendapatkan jok semi bucket, audio yang mensupport CD, MP3 dan bluetooth, aksen silver pada center cluster, aksen chrome pada tuas transmisi dan rem tangan serta door trim berbahan fabric. Bila kita memiliki varian Advance yang notabene adalah varian termahal Axia, kita mendapat kelengkapan ekstra berupa head unit touchscreen dan lapisan kulit yang menyelimuti jok dan lingkar setir. Urusan keselamatan, Axia telah dilengkapi rem dengan ABS, EBD + BA, Seat Belt Warning Buzzer, Imobillizer, Remote Alarm, dan dual airbag.

City car dengan ruang belakang luas Perodua Axia si kembar Agya Ayla

Kabin belakang Axia sendiri tak ubahnya Ayla, dengan space headroom dan legroom yang masih acceptable untuk ukuran mobil kecil. Pada foto, kita menemukan jok dengan headrest yang hanya setinggi leher orang dewasa saja. Headrest yang lebih tinggi dan dapat diatur baru hadir di varian SE dan Advance. Masih banyak fitur-fitur yang mampu membuat pemilik Ayla lokal iri hati, seperti jok ISOFIX, jok pengemudi dengan height adjuster dan electric retractable mirror.

Kapasitas bagasi city car luas Perodua Axia

Bagasinya pun masih sama dengan Ayla. Dengan kapasitas 260 liter, bagasinya mampu menelan 4 travel bag sekaligus dengan mudah dan tidak harus membuat pemiliknya kesusahan menutup pintu bagasi. Ingin ruang bagasi lebih? Jok belakang bisa dilipat untuk tujuan itu, meski hasil pelipatannya tidak menciptakan ruang bagasi yang rata lantai, namun sudah lebih dari cukup untuk mobil sekelas Axia.

Mesin Perodua Axia

Nah, ketika berbicara mesin, sejatinya mesin yang digunakan Ayla di Indonesia pun juga digunakan oleh Axia. Berbahan aluminium, mesin 1.000 cc 3 silinder berkode 1KR-DE2 ini memliki output 66 HP dan 90 Nm. Meski tidak signifikan, hasilnya tetap lebih besar dari Ayla yang hanya 65 HP dan 87 Nm. Perodua mengklaim, konsumsi BBM terbaik ada di angka 21,6 kilometer per liter saat mode ECO diaktifkan.

Mesin Perodua Axia Advance SE engine

Yang bisa membuat Ayla terlihat kuno dibanding Axia adalah standar emisi yang dianut Axia. Semua model Axia sudah siap untuk memenuhi standar emisi Euro IV, berkat teknologi katup variabel DVVT dan kualitas bahan bakar yang sangat baik. Sementara di Indonesia, kita masih berkutat dengan standar emisi Euro II jaman prasejarah dan bahan bakar dengan kualitas rendah bila dibandingkan dengan negara tetangga.

Kesimpulan

Speedometer Perodua Axia fitur

Dengan harga 155,5 juta Rupiah bila dikurskan, mungkin harga Axia lebih tinggi dibandingkan Ayla, namun ingatlah, dengan segala perubahan yang membuat mobil ini bisa menjadi lebih baik, terutama di sektor fitur dan standar emisi mesin, selisih harga tersebut seolah tak berarti lagi. Nah, apakah anda tertarik dengan Ayla versi negeri tetangga ini? Siapa tahu tiba-tiba terbesit di pikiran anda untuk mengupgrade tampilan Ayla anda untuk menjadi Axia wannabe dengan sejumlah modifikasi di bagian eksterior.

Sumber: AutonetMagz

Filed under: Review No Comments
25Sep/140

Daihatsu Copen Akan Segera Dijual di Indonesia 2015 Nanti

Test drive Daihatsu Copen 2015

Jakarta, AutonetMagz – Di negara asalnya Jepang, Daihatsu Copen terbaru generasi ke 2 banyak peminatnya. Walaupun masih tergolong baru diluncurkan awal Juni lalu, angka pesanannya telah mencapai 4.000 lebih. Tak heran jika akhirnya Daihatsu Indonesia tertarik membawa Copen ke ajang pameran otomotif paling bergengsi, Indonesia International Motor Show.

Sejak IIMS dibuka pada 18 September lalu, Daihatsu Copen telah menjadi primadona di booth Daihatsu, selain mobil-mobil konsep yang dipamerkan. Tidak hanya pria, para wanita pun penasaran dan seperti tertarik dengan mobil ini, apalagi mendengar panel bodinya bisa dibongkar pasang dengan mudah. Hingga pada Senin (22/09)  kemarin PT Astra Daihatsu Motor (ADM) secara resmi mengumumkan Copen akan mulai dijual di Indonesia pada tahun 2015.

Harga Daihatsu Copen Indonesia

“Daihatsu Copen akan diperkenalkan di pasar Indonesia lewat program test drive di setiap dealer Daihatsu. Tapi tidak ada acara launching khusus,” ujar Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor.

Jadi jika anda penasaran dengan sport kei car dari Daihatsu ini, anda bisa mengikuti program test drive Daihatsu Copen, dan yang benar-benar berminat, pihak Daihatsu akan mendata untuk kemudian menindaklanjuti pesanannya dengan mendatangkan Copen langsung dari Jepang.

Daihatsu Copen Indonesia di IIMS 2014

“Siapapun boleh mengikuti test drive Daihatsu Copen ini, jika tertarik silahkan langsung pesan dan kami akan menyediakan hanya sesuai pesanan. Karena program test drive ini benar-benar ingin mencari respon pasar” lanjut Amelia Tjandra.

Kei-car berbentuk roadster 2 pintu dengan atap yang dapat dibuka ini menggunakan mesin 660 cc 3-silinder, namun dilengkapi turbo intercooler yang dapat memproduksi tenaga sebesar 64 Hp dan torsi 92 Nm. Tersedia dalam transmisi manual 5-speed dan automatic CVT 7-speed. Dengan mesin kecilnya, Daihatsu mengklaim konsumsi BBM Copen dapat tembus di angka 22,2 Km/liter untuk transmisi manual dan 26,2 Km/liter untuk versi automatic.

Interior dashboard Daihatsu Copen 2015

Di Jepang, mobil jenis kei car begitu populer dengan harganya yang terjangkau karena pemerintah di sana memberikan pajak yang rendah untuk mobil-mobil kecil, mengingat ruas jalan di Jepang yang tidak begitu banyak dan lebar hingga memaksa semua pabrikan mobil di Jepang membuat mobil mungil dengan kapasitas mesin dibawah 1.000 cc. Jika di rupiahkan harga Daihatsu Copen di Jepang hanya sekitar 175 jutaan.

Nah berapa harga Daihatsu Copen jika dijual di Indonesia? Untuk anda yang minat, harus siap-siap merogoh kocek yang sedikit dalam, karena mobil impor atau CBU akan dikenakan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) sebesar 150%. Jadi bisa saja harga Daihatsu Copen mendekati angka 400 juta Rupiah. Masih berminat?

Sumber: AutonetMagz

Filed under: Berita No Comments
25Sep/140

Sirion Dress-Up Challenge 2014

Jakarta -Daihatsu Sirion meski bodinya cukup kecil tetapi cukup enak untuk dimodifikasi. Daihatsu pun menggelar kontes modifikasi Final Sirion Dress Up 2014, 25 mobil Sirion dari 9 kota di Indonesia menampilkan karya terbaik mereka.

Ajang Final Sirion Dress Up 2014 digelar pada 6 September 2014 di Atrium La Piazza Kelapa Gading Jakarta.

"Event ini disesuaikan dengan karakter pecinta Sirion, dimana rata-rata pemilik Sirion berusia 20 tahun ke atas, yang memiliki jiwa muda dan Stylish. Dan nanti pemenangnya akan kami tampilkan di IIMS 2014," ujar Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor Rokky Irvayandi, di Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (6/9/2014).

Sirion Dress-Up Challenge 2014 kali ini mengambil tema 'Rookie & Show Carz' dan mencoba mengulang kesuksesan event serupa tahun lalu. Dengan berhasil mengundang para penggemar Sirion beradu kreativitas mendandani mobilnya.

Sirion Dress-Up Challenge 2014 diikuti oleh 27 peserta terdiri dari Jakarta 9 peserta, Bandung 6 peserta, Banten 2 peserta, Bekasi 3 peserta, Tangerang 2 peserta, Bogor 2 peserta, Bali 1 peserta, Surabaya 1 peserta, dan Samarinda 1 peserta.

Namun ada peserta yang mengundurkan diri jadi total ada 25 mobil yang dipamerkan.

Dan tahun ini peserta terbagi dalam dua kelas berbeda, yaitu Kelas Rookie (Pemula) sebanyak 20 peserta dan Kelas Show Carz (Profesional) sebanyak 7 peserta.

Untuk kategori Rookie peserta akan memperebutkan berbagai hadiah yang terbagi dalam 6 kategori yaitu Best Exterior dress up, Sirion terbaik dalam menampilkan dress up di sektor eksterior, dengan tema estetika, desain, fungsionalitas, dan safety.

Selanjutnya Best Interior dress up, Sirion terbaik dalam konsep dress up interior dari sisi desain, tren, estetika, dan fungsionalitas. Best In-Cartainment (ICE) dress up, Sirion terbaik dalam penerapan dan penyajian peranti hiburan lengkap, dengan kosmetik audio yang menarik dan inspiratif.

Kelas Rookie Best Wheel dress up, Sirion yang memiliki poin tertinggi dalam hal dress up kaki-kaki yang dinilai dari harmonisasi, aktualita, dan detail pengerjaan. Tidak lupa para pemula ini juga akan dinilai Best Sticker, Sirion yang mengaplikasikan desain sticker terbaik dengan tema yang kreatif dan aktual. Dan Most People Choice, yaitu peserta yang paling banyak mendapat dukungan pengunjung venue atau via social media.

Sedangkan untuk kategori Show Carz, terdapat 5 kategori kompetisi yang diperebutkan yakni Best Body Kit, Best Custom Paint, Best Undercarriage, Best Interior, dan Most People Choice.

Kedua kategori ini akan memperebutkan hadiah dengan total sebesar Rp 152,5 juta, dengan rincian untuk Best of the best Show Carz Category : juara pertama mendapatkan Rp 30 juta. Sedangkan untuk Rookie Category juara pertama mendapatkan Rp 20 juta.

Sumber: detikOto
Filed under: Modifikasi No Comments
25Sep/140

DAI, Komunitas Daihatsu Ayla Indonesia

Serang -Meski baru beberapa tahun dirilis ke pasaran, pengguna mobil Low Cost and Green Car (LCGC) besutan Daihatsu, Daihatsu Ayla sudah membentuk komunitas sendiri.

DAI (Daihatsu AYLA Indonesia) adalah komunitas pengguna Daihatsu Ayla di Indonesia. Komunitas yang kepengurusannya diresmikan pada 25 Januari 2014, saat ini memiliki member di media sosial sebanyak 3.3013 dengan anggota yang sudah teregister sebanyak 785 dari seluruh Indonesia.

DAI beberapa waktu lalu berkesempatan mengadakan gathering dalam rangka halal bihalal 23 - 24 Agustus 2014 di Lalita Cottage, Pantai Anyer, Serang, Banten.

52 Keluarga dari Jabodetabek, ditambah perwakilan dari Bandung, Karawang datang ke halal bihalal dengan menggunakan 50 Astra Daihatsu Ayla.

DAI JABODETABEK dipimpin oleh Ketua Umum Arul DAI 001,W akil Ketua Awank DAI-002, Penasehat Dino DAI-066, Bendahara Bangun DAI-126, Humas DAI-512.

Dalam gathering di Anyer dibuka dengan penayangan profil DAI (Daihatsu AYLA Indonesia). Astra Daihatsu Ayla adalah mobil dengan mesin 1.000 cc 3 silinder yang memiliki konsumsi BBM irit, mencapai 1:22.

Namun kemampuanya cukup menarik manuver dan handling yang nyaman bahkan mampu di pacu sampai kecepatan 170 KM/Jam di jalan lurus dan lengang.

Astra Daihatsu Ayla diproduksi oleh PT AStra Daihatsu Motor Karawang Assembly Plant yang berlokasi di Jalan Surya Pratama Blok I kav. 47 - 57 kawasan Industri Surya Cipta Karawang. Dengan kumlah penjualan tahun 2013 sebyak 19.000 unit, semester pertama 2014 sebanyak 23.547 unit dengan jumlah karyawan mencapai 2.600 karyawan.

Gathering kemudian dilanjutkan dengan makan malam, kemudian audio contest selesai itu api unggun, Barbeque dan pengumunan pemenang audio contest yang dimenangkan oleh Supriyatna Anggota Nomor DAI-131.

Sumber: detikOto
Filed under: Komunitas No Comments
25Sep/140

Di Jepang, Baru Diluncurkan Daihatsu Copen Laris Manis

Tokyo -Mobil Daihatsu yang dapat dibongkar-pasang, Daihatsu Copen ternyata mendapat sambutan sangat bagus. Dalam bulan pertama penjualannya, mobil ini sudah terpesan ribuan unit, 6 kali lebih besar dari target yang dicanangkan Daihatsu.

Menurut Daihatsu, mobil mereka ini sudah terpesan lebih dari 4.000 unit dalam waktu relatif singkat yakni antara 19 Juni dan 22 Juli. Angka ini berarti enam kali dari angka target penjualan bulanan yang berada di angka 700 unit per bulan.

Bentuknya yang unik menjadikan para pembeli Daihatsu Copen 80 persen-nya adalah pria. Tapi tetap saja ada 20 persen wanita yang tertarik membeli mobil ini. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak muda.

Pun ketika membicarakan masalah transmisi. Bila pecinta mobil sport konvensional lebih memilih transmisi manual untuk alasan performa, 70 persen dari pembeli Copen justru memiliki transmisi otomatis.

Daihatsu pernah mengatakan kalau ini adalah mobil sport yang fleksibel karena bodi mobilnya bisa dibongkar pasang dengan mudah.

"Ini adalah jenis mobil yang belum ada sampai sekarang. Model yang pengguna dapat dengan mudah menyesuaikannya bahkan setelah pembelian," kata pejabat eksekutif senior di Daihatsu Motor Co, Ltd Hitoshi Horii beberapa waktu lalu.

Salah satu karakteristik utama dari Copen adalah sasis D-Frame yang menampilkan panel bodi yang dapat diganti untuk pemilik agar bisa disesuaikan dengan keinginan mereka. "Pemilik dapat memperbarui mobil sesuai dengan keinginan mereka setiap kali, pada waktu yang nyaman bagi mereka," tambah Horii.

Setelah peluncuran ini, Daihatsu menurutnya akan secara berkala meluncurkan model-model terbaru Copen agar para pemiliknya bisa melakukan modifikasi terhadap kendaraan mereka.

Power mobil ini sendiri datang dari mesin 12 katup dengan 3 silinder yang akan memberikan tenaga hingga 64 PS (47 kW) pada 6.400 rpm dengan torsi puncak di angka 92 Nm pada 3.200 rpm. Kekuatan itu kemudian dikirimkan melalui transmisi manual 5-speed atau CVT.

Sumber: detikOto
Filed under: Berita No Comments
25Sep/140

Review Daihatsu Copen

Tokyo -Mobil sport kecil Daihatsu Copen memang menarik perhatian, apalagi bukan karena bodinya yang bisa dibongkar pasang kayak mobil mainan. Namun di balik statusnya yang imut atau dikenal sebagai kei car, mobil ini cukup nyaman.

Dengan memiliki 5 percepatan manual yang lebih ringan hingga 20 kg dibandingkan dengan transmisi otomatis, jelas menambah kenyamanan siapa pun yang mengendarai Daihatsu Copen. Bahkan bisa membuat pengendara lupa bahwa Copen merupkan sebuah minicar.

Di saat Anda mengendarai Copen, Anda tidak akan percaya kalau mobil yang satu ini tenaganya dibatasi hingga 64 PS saja.

Power mobil ini datang dari mesin 3 silinder yang akan memberikan tenaga hingga 64 PS (47 kW) pada 6.400 rpm dengan torsi puncak di angka 92 Nm pada 3.200 rpm. Kekuatan itu kemudian dikirimkan melalui transmisi manual 5-speed atau CVT.

Berkat teknologi katup yang dirancang Daihatsu, bahkan saat mesin menjerit pada putaran tinggi, pengendara pun masih akan merasakan mesin sangat bekerja dengan baik.

Anda pun akan mendengar suara mampu diredam dengan baik berkat knalpot yang disajikan. Begitu juga dengan pergeseran tuas yang pendek transmisi manual menambah kenyamanan saat berkendara.

Ditambah respons dari power steering terasa berat dan gentle, di saat anda melakukan putaran, Anda dijamin tidak akan mengalami kesulitan
Kekahawatiran bakal tergoyangnya saat bertemu tekanan angin, sepertinya bukan masalah utama. Karena Daihatsu Copen sangat nyaman untuk dikendarai dengan atap terbuka. Berkat dukungan kursi yang kini lebih lebar.

Tampilan lampu depan LED juga membuat Copen terlihat berbeda, bahkan terkesan lebih sporty.

Rating 5 Bintang untuk Copen:

Packaging: ★★★★★
Interior / Interior Comfort: ★★★★★
Power Source: ★★★★★
Foot Work: ★★★★★
Recommendation: ★★★★★

Sumber: detikOto
Filed under: Review No Comments